TRIBUNBARAT.COM - Menjadi atlet berprestasi yang mampu beraksi di setiap ajang olahraga adalah impian siapa pun, termasuk muslimah yang berhijab. Oleh karena itu seharusnya hijab tidak menjadi penghambat bagi siapapun untuk mewujudkan keinginannya. Seperti 20 muslimah yang akan menjadi pembahasan kita kali ini. Mereka berhasil membuktikan bila hijab tidak membatasi diri mereka untuk berprestasi.

Menjadi seorang muslimah yang berhijab tidak lantas membuat seseorang harus menutup diri dari dunia dunia luar. Banyak diantara muslimah berhijab yang memilih untuk menyalurkan bakat dan minatnya dalam bidang olahraga sehingga menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya karena aksinya di gelanggang olahraga tetapi juga karena pakaian dan asesoris yang ia kenakan berbeda dengan atlet wanita kebanyakan.

Walaupun berhijab banyak diantar mereka yang menorehkan prestasi yang gemilang dalam bidang olahraga yang digeluti. Hal ini membukatikan bahwa hijab bukan halangan bagi mereka untuk berprestasi.

Kali ini kita akan
membahas mengenai kiprah pejuang - pejuang hijab digelanggang olahraga, siapa saja mereka yuk ikuti terus pembahasannya.

1. Raisa


Nama lengkapnya, Raisa Aribatul Hamidah. Ia adalah penggawa di salah satu tim di Liga Basket Wanita Indonesia, Surabaya Fever. Ada satu hal yang membedakan antara dirinya dengan permain bola basket wanita lainnya, yakni ia bermain mengenakan hijab. Jika pada umumnya para pebasket mengenakan jersey tak berlengan, maka sebaliknya penampilan Raisa selalu tertutup. Bisa dikatakan, dia  merupakan satu dari sedikit pebasket di Indonesia yang tampil mengenakan jilbab. Secara tidak langsung ini menjadi pusat perhatian tersendiri bagi gadis kelahiran 17 Februari 1990 ini. Namun, bukan berarti ia mengenakan jilbab hanya untuk mencari sensasi, sebab Raisa memang lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi ajaran agama Islam. Ia sudah mengenakan jilbab sedari kecil. Lagipula, terlepas dari itu Raisa memanglah pemain yang mempunyai bakat luar biasa.
Raisa (berhijab) saat membela Indonesia


Namun bukanlah hal yang mudah mengenakan hijab saat bermain basket. Buktinya ia sudah dua kali dicoret dari timnas Indonesia lantaran tidak mau melepas jilbabnya. Sampai akhirnya ia harus membuat petisi dan dengan itulah ia berhasil menjadi pemain basket pertama yang berhijab di timnas wanita dan berlaga dikancah internasional.

Memiliki tinggi "hanya" 157 cm, tak menghalanginya untuk bisa berprestasi di dunia basket Nasional. Point guard yang juga menjabat sebagai kapten tim Surabaya Fever ini, menutupi kelemahan ukuran tinggi badannya tersebut dengan kecepatan dan kelincahan. Visi bermainnya juga apik, di mana ia dikenal andal dalam melakukan passing-passing mematikan. Ditunjuk sebagai kapten tim, membuat Raisa disegani baik oleh rekan setim maupun lawan. Sepanjang karirnya, ia sudah menyumbangkan 2 titel juara Liga Basket Wanita Nasional. Di luar lapangan, penggemar olahraga bulu tangkis ini juga berprestasi. Raisa kini tercatat sebagai mahasiswi S2 jursan Ekonomi Islam di Universitas Airlangga, dan tengah disibukkan dalam pengerjaan tesisnya. Selain itu, Raisa juga aktif dalam berbagai aktivitas sosial dalam memberikan bantuan kepada kaum miskin dan anak-anak terlantar di Surabaya.

2. Ibtihaj Muhammad - Anggar

Atlet Anggar berhijab

Wanita berusia 31 tahun ini adalah atlet anggar asal Amerika Serikat. Dia menjadi wakil atlet putri muslim pertama yang meraih medali Olimpiade untuk Amerika Serikat. Ibtihaj meraih medali perunggu dari nomor sabel beregu putri dari Olimpaide 2016. Dia tampil bersama-sama dengan Monica Aksamit, Dagmara Wozniak, dan Mariel Zagunis. Pada perebutan tempat ketiga, mereka mengalahkan Italia. Ibtihaj juga sekaligus tercatat sebagai atlet AS pertama yang tampil di Olimpiade mengenakan hijab. Dia bergabung dengan timnas anggar AS sejak tahun 2010. Kini, atlet yang punya tinggi badan 170cm itu menjadi atlet anggar terbaik nomor dua AS dan delapan dunia. Selain di Olimpiade, Ibtijad juga menyumbangkan sederet medali untuk AS. Salah satunya meraih medali emas dari Kejuaraan Dunia Anggar 2014 di Kazan juga dari nomor sabel beregu. "Aku berada di Olimpiade untuk Amerika Serikat. Ras, agama, dan jenis kelamin tidak akan menghalangi kita untuk meraih mimpi kita," ujar Ibtihaj kala itu

3. Lia Karina Mansur -Taekwondo

Lia Karina Mansur, Srikandi hijab Taekwondo

Perempuan, berhijab dan jago taekwondo, itulah sosok Lia Karina Mansur, pemegang sabuk hitam sekaligus peraih medali perak pada SEA Games 2011 di Palembang. Perempuan cantik ini bisa jadi salah salah satu kriteria bagi para kaum Adam.

Selain terjun sebagai atlet Taekwondo, Lia juga merupakan finalis Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2015. Meski garang di arena pertandingan, Lia juga membuktikan kecantikan dan kelembutannya saat jadi Diajeng Yogya. Sebagai atlet Taekwondo, Lia pernah mengalami patah kaki dan dia harus berjalan dengan bantuan penyangga.

4. Shirin Gerami - Trialthlon

Atlet berhijab pertema dalam ajang Iron Wold Championsip

Wanita 26 tahun yang berasal dari Iran ini berhasil mengalihkan perhatian dunia kala tampil di Ironman World Champions 2016. Dia menjadi atlet triathlon pertama Iran yang tampil di level dunia. Keikutsertaan Gerami dalam ajang internasional triathlon itu langsung mendapatkan perhatian dunia bukan semata-mata saat dia tampil pada hari perlombaan. Tapi proses yang dilalui Gerami telah menuai banyak perhatian. Gerami memang menetap di Inggris. Namun, sebelumnya Iran tak memperbolehkan para atlet putrinya untuk tampil dalam ajang internasional triathlon dan renang. Nah agar tak ingin menyalahi aturan negara asalnya, Gerami minta izin untuk tampil di ajang Ironman World Champion tahun ini. Itu dilakukannya setelah panitia menyetujui permintaan ganti atau mengenakan kostum tambahan pada nomor lari dan balap sepeda. Dalam prosesnya, dia mendapatkan izin dari kementerian pemuda dan olahraga Iran untuk tampi di ajang tersebut. Bahkan, keikutasertaannya dipresiasi Presiden Iran, Hassan Rouhani, lewat akun twitter. "Shirin Gerami, atlet triatlon pertama yang berpartisipasi dalam kejuaraan dunia dengan mengenakan kostum yang sangat Iran #GenderEquality." Tampilnya Gerami itu pun dianggap sebagai momen kebebasan atlet putri Iran untuk tampil di ajang triathlon dan renang internasional.

5. Annur Amalia El Islamy - Hoki Indoor
 

Annur Amalia El Islamy (berhijab)

Annur Amalia El Islamy adalah atlet yang sukses mengantarkan DKI  meraih medali emas dari cabang hoki indoor di PON 2016 Jawa Barat. Peran Amalia amat penting sebagai kapten tim hoki putri DKI. Ketika tampil di lapangan, Amalia selalu mengenakan jilbabnya. Penampilannya begitu tenang di lapangan, sehingga menular kepada rekan-rekan setimnya. Ia mengaku mengenakan jilbab sejak lulus Sekolah Dasar. Pemain bernomor punggung 17 ini sudah sejak 2009 bermain hoki dan jilbab sama sekali tidak mempengaruhi permainannya di lapangan. Mengenal hoki dari orangtuanya, Amalia mengaku masih akan terus bermain hoki. Pada usianya yang masih 24 tahun, targetnya adalah bermain di SEA Games 2017, Asian Games 2018, dan Olimpiade 2020 di Tokyo.

6. Doaa Elghobashy – Voli Panta

Doaa Elghobashy, 20 tahun, seorang atlet voli pantai dari Mesir. Dia tercatat sebagai atlet voli pantai pertama yang tampil berhijab di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Jika atlet voli pantai jamak mengenakan bikini two pieces, tidak dengan Elgobashy. Dia mengenakan T-shirt lengan panjang, legging semata kaki, dan hijab dalam turnamen-turnamen voli pantai. Termasuk kala dia tampil dalam laga pembuka voli pantai putri Grup D Olimpiade 2016 di Pantai Copacobana, Rio De Janeiro, Brasil, Ahad. Ia berpasangan dengan Nada Meawad, Elghosaby memang harus tunduk dari duo Jerman Kira Walkenhorst/Laura Ludwig dengan skor 0-2 (12-21, 15-21), namun penampilannya telah menjadi 'juara' di media sosial. Penampilan Elgobashy langsung menjadi viral lewat foto bidikan fotografer Reuters Lucy Nicholson. Elghobashy yang berpakaian tertutup berhadap-hadapan dengan Walkenhorst yang mengenakan bikini. Foto itu menjadi perbincangan karena seolah menjadi bukti kalau lewat olahraga dua keyakinan, dua pakaian, dan dua budaya bisa bersatu. "Hijabku tidak menghalangiku melakukan hal-hal yang aku sukai dan voli pantai adalah salah satunya," ujarnya

7. Tsania Arifianti - Wushu

Tsania mengaku nyaman berhijab

Berlaga di PON Jawa Barat 2016 menjadi momen pertama bagi Tsania. Namun, hal itu tak menghalangi Tsania untuk menciptakan kejutan. Ia sukses meraih emas pertandingan taolo setelah beraksi di nomor taijiquan dan taijijian di GOR Padjadjaran, (18-19 September 2016). Itu adalah nomor yang juga digeluti juara dunia wushu, Lindswell Kwok. Sejatinya, kejutan Tsania sudah diperlihatkan sejak Pra-PON. Meski sama sekali tak dijagokan, Tsania mampu meraih perunggu. Namun, ia sempat kehilangan kepercayaan diri saat turun di nomor taijiquan. Itu karena poin Tsania sangat jauh dari tiga urutan teratas. Wanita kelahiran 31 Oktober 2000 ini mampu menjaga fokusnya saat hari kedua. Ia pun mampu menempel poin Lindswell (Sumatera Utara) dan Cindy Martono (Jawa Timur) untuk mengamankan perunggu.

"Masalah hijab, saya baru mengenakannya dengan sungguh-sungguh sejak SMP. Meski terlihat agak ribet, mengenakan hijab saat bertanding tak menjadi sebuah halangan," ujarnya

8. Kurba Dagli - Taekwondo

Taekwondoin putri dari Turki, Kubra Dagli, berhasil menjadi juara dunia di nomor pomsae dalam Kejuaraan Dunia di Lima, Peru pada bulan Oktober 2016. Tak cuma mendapatkan pujian, penampilannya dengan hijab juga kritik. Rupanya ada perbedaan pendapat soal memakai hijab di Turki. Seperti diberitakan oleh media al-Monitor, sebagian masyarakat Turki menganggap wajar perempuan yang memakai hijab. Namun ada kalangan yang berpendapat hijab sebagai lambang keterbelakangan. "Mengapa kamu menutup kepala, sementara kakimu terbuka pada setiap posisi. Kamu bisa melakukannya dengan kepala terbuka pula. Cara itu tentu akan bermasalah, semoga Allah memberikan akal sehat. " Begitulah salah satu kritik yang muncul setelah Dagli menjadi pemberitaan atas prestasi sebagai juara dunia. Malah ada yang menyarankan agar Dagli tinggal di rumah dan lebih baik jika menjadi juara baca Al Aquran. Namun Dagli menanggapinya dengan santai. Dia menganggap kritik itu tak mengganggunya. "Mereka tidak bicara tentang kesuksesan saya, tapi soal hijab saya. Saya tidak ingin seperti ini. Kesuksesan kami ini harus disampaikan. Kami telah bekerja keras, kami membuat negara dan tim kami menjadi juara dunia. Inilah kebanggaan kami," kata Dagli.

9. Rahaf Khatib - Maraton

Perempuan berusia 32 tahun, merupakan seorang hijabers asal Michigan Amerika yang menarik perhatian setelah tampil di sampul majalah Women's Running edisi Oktober 2016. Dengan hijabnya, dia jadi yang pertama tampil di majalah tersebut. Warga Amerika Serikat yang migrasi dari Syria tersebut mengaku mulai suka berlari karena bosan mengikui program gym pada tahun 2012. Sejak itu, Rahaf juga senang berpartisipasi dalam marathon dan sudah mengikutinya sebanyak enam kali. "Aku berlari dengan jiwa dan hatiku. Itu memberiku dorongan energi, bukan hanya secara fisik tetapi juga spiritual, ujarnya. Menjadi hijabi pertama yang tampil di sampul majalah fitness tentu adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi Rahaf. Apalagi dirinya bukanlah seorang model, selebriti, atau orang terkenal namun ibu rumah tangga. "Untuk seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, dan pelari biasa saja, yang punya tujuan, ini sangat berarti untukku. Ini sesuatu yang bisa aku tunjukkan ke anak-anak di masa depan, komunitasku, dan yang paling penting orangtuaku. Ini berarti keringat, air mata, dan latihan selama ini sepadan," kata Rahaf.

10. Medina
Medina, Grandmaster Perempuan termuda di Indonesia

Anak ketiga dari enam bersaudara ini memulai bermain catur pada awal tahun 2006. Gadis kelahiran Jakarta, 7 Juli 1997 ini bernama lengkap Medina Warda Aulia. Remaja muda yang sekarang telah duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia ini mengaku sangat senang dapat meraih Grandmaster Perempuan termuda di Indonesia ketika usianya 16 tahun lebih 2 bulan. Medina berhasil memecahkan rekor Grandmaster yang sebelumnya dicetak pecatur Indonesia lainnya, Irene Kharisma Sukandar, pada usia 16 tahun 7 bulan.

“Perasaannya pastinya senang dan bangga karena pertama bisa bikin keluarga senang. Bawa nama baik Indonesia dan juga Woman Grand Master itu gelar tertinggi untuk wanita di catur. Itu tujuan utama aku selama ini. Apalagi jadi yang termuda. Tambah senang, deh.” Ungkap Medina semangat. Berawal dari sebuah obrolan singkat dengan sang ayahanda. Medina akhirnya dapat mengenal catur lebih dalam.

11. Sarah Attar - Maraton

Sarah Attar merupakan salah satu atlet maraton berhijab yang menarik perhatian di Olimpiade 2016. Kali kedua setelah dia juga pernah tampil pada Olimpiade 2012 London.

Olimpiade Rio de Janeiro 2016 menjadi pengalaman kedua wanita berusia 23 tahun itu. Dengna hijab dan tampil di atas trek lari jarak jauh, Attar membetot perhatian dunia.

Padahal itu bukan penampilan pertamanya di Olimpiade. Dia pernah membuat sejarah dengan menjadi hijabers pertama asal Arab Saudi yang bersaing di Olimpiade 2012. Dia bisa tampil di Olimpiade setelah Komite Olimpiade Saudi mencabut larangan wanita terjun ke pertandingan olahraga. Di tahun 2016, Attar kembali dipercaya mewakili Arab Saudi. Perempuan yang tinggal di Amerika Serikat itu memiliki misi ingin menginspirasi perempuan Arab lainnya agar terjun ke dunia olahraga. Attar mengaku bangga bisa kembali dipercaya mewakili Arab Saudi di Olimpiade. Meski tidak meraih medali pada Olimpiade 2016, Attar tetap senang karena bisa bertemu dengan atlet lain dari berbagai negara. "Kita saling berbagi saran satu sama lain bagaimana menjadi pelari yang baik," ujarnya.

12. Kariman Abuljdajayel - Pelari

Atlet berhijab lain yang juga mencuri perhatian adalah Kariman Abuljadayel. Kariman merupakan Atlet lari jarak pendek yang mengenakan jilbab selama di Olimpiade 2016. Ketika bertanding di Olimpiade 2016, perwakilan dari Arab Saudi itu memang tidak berhasil membawa pulang medali. Ia harus puas hanya sampai peringkat 23 dengan hasil akhir 14,6 detik.

Namun wanita 22 tahun ini menjadi sorotan dan menuai banyak pujian dari netizen karena aksinya dalam pertandingan olahraga dunia tersebut. Banyak pengguna sosial yang memberikan pujian serta dukungan mereka kepada Kariman.

13. Wilda Nurfadilah – Bola Voli
Wilda Nurfadilah (berhijab) bertekad untuk terus berhijab

Penampilan baru pemain Bola Voli asal tim klub Jakarta Elektrik PLN di Proliga ini di ajang PGN Livoli 2016 Divisi Utama memang berbeda. Jika sebelumnya dia lekat dengan label  sebagai pevoli cantik nan seksi, kini Wilda tampil beda dengan berhijab. Sejatinya, quicker asal klub Jakarta Elektrik PLN di Proliga dan Alko Bandung di Livoli ini sudah berniat memakai hijab sejak akhir 2015. Namun, niat itu baru terlaksana setelah Wilda sukses membawa tim Jabar meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.

"Enggak tahu kenapa tiba-tiba aku berasa mendapat hidayah yang Allah menunjukkan masi sayang ke aku. Aku merasa banyak banget salah ke Allah," aku Wilda.

Sejak mulai membulatkan tekad ingin memakai hijab, Wilda mengaku semakin sering mendalami pengetahuan tentang Islam. Dukungan dari orang-orang terdekat pun semakin meyakinkan dara berusia 21 tahun itu untuk lebih menutup aurat. Kini, Wilda pun mengaku sudah siap menghadapi segala risiko yang merintang. Baik dalam kariernya sebagai pevoli yang tengah menanjak, atau menghadapi pandangan miring dari orang-orang yang sebelumnya melabelinya sebagai pevoli seksi.

Bertransformasi dari pevoli seksi menuju hijab tentu dilalui Wilda dengan tak mudah. Apalagi sejak pertama kali tampil di lapangan voli dengan penampilan barunya. Perasaaan canggung, malu, hingga takut, terus menghinggapinya. Namun kini ia mengaku telah mulai terbiasa mengenakan hijab untuk beraksi di lapangan Voli

14. Aya Majdi – Tenis Meja

Aya Majdi begitu membanggakan bukan hanya karena kampuannya saat bertanding tenis meja, tapi karena ia selalu konsisten menggunakan hijabnya di setiap pertandingan. Aya Majdi adalah wanita yang berasal dari Qatar. Ia adalah atlet tenis meja profesional yang sudah memenangkan berbagai pertandingan kelas dunia.

Salah satu yang tak mungkin ia lupakan selama hidupnya adalah saat ia berhasil membawa pulang tiga medali emas di ajang 4th Gulf Women’s Table Tennis Championships 2009. Wajar bila ia masuk dalam daftar atlet tenis meja yang namanya cukup diperhitungkan di Asia dan Timur Tengah.



15. Woroud Sawalha - Atletik

Meski tak berhasil meraih satu pun medali, wanita muslimah nan cantik ini berhasil tampil dan menyita perhatian penonton di lintasan atletik pesta olah raga dunia Olimpiade London 2012. Gadis berusia 20 tahun ini terjun dalam nomor 800 meter putri mengenakan hijab, dengan kuku-kuku jari tangan yang dicat dengan warna bendera negerinya, Palestina.

Mahasiswi asal Nablus, Tepi Barat, ini, adalah satu-satunya atelet wanita di antara 4 atlet yang mewakili Palestina dalam ajang itu. Ia berhasil mencatat waktu terbaik 2:29.16, yang memecahkan rekor terbaik miliknya sendiri 2:40.12.

16. Kulsoom Abdullah – Angkat Besi

Ia adalah atlet angkat besi dari Amerika Serikat. Karena penampilannya ini, ia pun kerap mendapatkan kritikan. Namun berkat kegigihannya dan prestasinya di bidang angkat besi. Ia akhirnya berhasil menjadi atlet angkat besi wanita Amerika Serikat.

Beberapa pihak pun telah mendukung keputusan Kulsoom untuk mengenakan jilbab saat bertanding. Di samping itu ia juga adalah wanita dengan pendidikan tinggi. Dia bergelar PhD untuk teknik komputer dari Universitas Georgia.

17. Assmaah Helal – Sepak Bola


Wanita berkebangsaan Australia ini adalah pemain sepak bola profesional. Ia merupakan salah satu pesepakbola wanita yang mengenakan jilbab di saat bertanding. Berkat kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar, Helal kini masuk dalam Timnas sepak bola wanita Australia. Ia pun menyambut baik keputusan FIFA yang mengizinkan pesepakbola wanita mengenakan hijab saat bertanding.

18. Tahmina Kohistani - Pelari

Atlet wanita yang berasal dari Afghanistan ini, merupakan seorang pelari wanita di ajang Olimpiade 2012. Ia tergabung dalam nomor 100 meter dan 200 meter. Meski olahraga ini identik dengan cuaca panas dan tampil berkeringat, Kohistani tetap tidak mau melepaskan hijabnya. Ia bahkan menjadi pusat perhatian saat mengenakan hijabnya.

19. Nadine Ashraf dan Menna Eltanany – Bulu Tangkis

Dua atlet berhijab ini memang banyak menyita perhatian penonton pertandingan bulutangkis Total BWF World Championship 2015 yang dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta lantaran menjadi atlet yang menggunakan hijab saat bertanding. Mereka adalah atlet yang berasal dari Mesir.

Memang jarang sekali ada pebulutangkis yang menggunakan hijab termasuk di Indonesia. Meski begitu, para penonton dibuat terpaku dengan permainan mereka yang mumpuni saat melawan pasangan ganda putri asal Inggris yaitu Heather Olver dan Lauren Smith.

“Kami sama sekali tidak terganggu karena sudah biasa. Kami mengenakan jilbab sejak kecil, jadi kami sudah terbiasa,” ucap Nadine.

20. Zahra Nemati - Panah

Zahra Nemati adalah seorang atlet Paralympic asal Iran. Ia turun dalam cabang panah. Di Olimpiade 2012 lalu, Nemati berhasil mendapatkan medali emas bagi dirinya dan medali perunggu dalam nomor beregu. Sebelumnya, Nemati adalah mantan atlet Taekwondo. Namun ia terpaksa mengakhiri kariernya usai menderita lumpuh pasca bencana gempa bumi.

Itulah 20 muslimah berhijab yang beraksi di gelanggang olahraga. Mereka adalah inspirasi bagi muslimah yang lain agar tidak ragu untuk terjun ke dunia olahraga karena masalah hijab. Hijab seharusnya menjadi simbol kebebasan bagi wanita untuk berkarir sebagai atlet di setiap cabang olahraga manapun.

Semoga bermanfaat!!!

SUMBER: https://www.vebma.com/list/20-pejuang-hijab-di-gelanggang-olahraga/17283
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini

Sakira Leony said...

Perkenalkan, saya dari POKERAYAM. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk memiliki Harta, Mobil Mewah, Rumah Mewah atau Istri Muda ?
Jika anda ingin yang kami maksud seperti diatas, anda dapat mengunjungi kami di www(titik)pokerayam(com) banyak kisah sukses bersama kami
Hanya Modal 10 ribu anda bisa mendapatkan Kekayaan dalam hitungan detik, Bukan Sulap Bukan Sihir ini memang nyata !!!
info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A