TRIBUNBARAT.COM, LHOKSUKON - Satu pemuda tewas dan dua remaja mengalami luka-luka setelah sepeda motor (sepmor) yang dikendarai saling bersenggolan di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan kawasan Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Sabtu (1/7) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban tewas bernama Erizal (31), warga Kuta Geulumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Ia tewas karena kepalanya tergilas truk. Sementara dua remaja yang mengalami luka-luka yaitu Zainal Abidin (18) dan Zaman Huri (18), warga Matang Sijuek Barat, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Samudera Iptu Bakhtiar kepada Serambi, Minggu (2/7) menyebutkan, kejadian itu berawal ketika Erizal melaju dengan sepmor Honda Supra X 125 nomor polisi (nopol) BL 4762 KO dari Keude Geudong ke arah Medan.

Sesampai di kawasan Desa Mancang, korban mencoba mendahului bus angkutan umum yang ada di depannya, sehingga melajukan sepeda motornya melebar ke kanan jalan. Dari arah berlawanan muncul sepmor Honda Supra X 125 nopol BL 3973 QJ yang dikenderai Zainal Abidin berboncengan dengan Zaman Huri, dan langsung bertabrakan.

Ketiganya terpental ke badan jalan. Zainal dan Zaman terpental ke sisi kiri jalan. Sedangkan Erizal terpental di tengah jalan. Pada waktu yang bersamaan muncul truk dari arah Medan dan menggilas Erizal. Truk tersebut langsung pergi. (Lihat, Polisi Lacak Identitas Truk)

Akibatnya, bagian kepala Erizal pecah dan ia langsung tewas di lokasi kejadian. Lalu warga bersama petugas langsung mengevakuasi ketiga korban kecelakaan tersebut ke Puskesmas Samudera untuk mendapat perawatan medis. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua sepmor untuk proses penyelidikan.

Sementara itu, identitas truk yang menggilas korban hingga kemarin masih dalam proses penyelidikan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe. “Setelah proses penyelidikan dan mengamankan barang bukti, petugas juga langsung menghubungi keluarga korban. Identitas truk yang menggilas korban masih kita lacak,” pungkas Kapolsek Samudera.

Satu titik jalan nasional kawasan Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, tergenang air yang meluap dari saluran irigasi akibat tersumbat. Akibatnya menimbulkan kemacetan dan rawan terjadi kecelakaan. Warga berharap pemerintah meninggikan box culvert di lintasan itu agar air tak meluap lagi.

Amatan Serambi, kawasan itu sering tergenang bukan hanya ketika musim hujan, tapi ketika sudah turun ke sawah. Karena saluran gorong-gorong itu sering tersumbat dengan sampah. Akibatnya air meluap dan mengenangi jalan nasional, sehingga rawan terjadi kemacetan dan kecelakaan, karena jalan menjadi licin akibat lumpur. Jarak lokasi itu dengan simpang Cibrek sekitar 100 meter.

“Air mulai meluap ke badan jalan tadi (kemarin-red) pagi, dan sekitar pukul 11.00 WIB makin bertambah, sehingga sepanjang 50 meter lebih jalan di kawasan itu tergenang luapan air. Eksesnya dari siang sampai sekarang masih terjadi kemacetan di kawasan itu,” kata Zulmahdi warga Cibrek Tunong kepada Serambi, Minggu (2/7).

Camat Syamtalira Aron, Hanifza Putra MSi kepada Serambi mengatakan, kawasan itu memang sering tergenang karena saluran mudah tersumbat. “Sudah berulangkali kita usulkan dalam musrenbang, tapi sampai sekarang belum disetujui. Karena itu dalam APBK perubahan akan kita usulkan kembali dana untuk perbaikan box culvert di jalan itu,” kata Camat.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/03/pria-samudera-tewas-tergilas
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini

Sakira Leony said...

Keberuntungan diawali dari kerja keras dan pantang semangat
Minimal depo 10 ribu akan menjadi bongkahan HARTA !!
Hadir disini untuk kalian yang membutuhkan kami
Kunjungi www,pokerayam,co
info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A