TRIBUNBARAT.COM - Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut menuju Sabang, membludak. Kondisi ini tidak sebanding dengan jumlah kapal untuk melayani penumpang dari Pelabuhan Ulee Lheue-Balohan atau sebaliknya.

Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, Rusmansyah kepada harian ini mengatakan, ada dua kapal yang tersedia untuk melayani penumpang. Masing-masing KMP Simeulue menampung 200 penumpang, 15 mobil, dan 100 sepeda motor. Sementara KMP Papuyu hanya mampu mengangkut 125 penumpang, lima mobil, dan 25 roda dua.

“Seharusnya ada dua kapal sekelas KMP BRR yang bisa dioperasikan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Rusmansyah.

Rusmansyah memprediksi antrean kendaraan di pelabuhan tersebut akan berlangsung selama sepekan. Alasannya, karena KMP BRR dan Tanjung Burang yang menjadi andalan selama ini belum bisa dioperasikan akibat masih dalam perbaikan.

Rusmansyah mengakui saat ini pihaknya mengalami kendala pengangkutan kendaraan roda empat dari Ulee Lheue ke Balohan. Sedangkan para penumpang masih bisa terangkut dengan kapal cepat yang berlayar hingga tujuh trip setiap hari pascalebaran.

“Kami hanya bisa mengangkut 40 mobil dengan KMP yang berlayar empat kali sehari. Sedangkan setiap hari ada 300-an mobil yang masuk,” jelas Rusmansyah.

Rusmansyah menambahkan, ratusan penumpang beserta kendaraannya harus bermalam di halaman pelabuhan sejak hari kedua Lebaran. Hanya 70 mobil yang bisa ditampung di dalam hanggar, sedangkan sekitar 500-an mobil diparkir di halaman.

Hal yang senada juga disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdurrani. Katanya, dalam tiga hari terakhir aktivitas di Pelabuhan Balohan sangat sibuk. Ini terjadi karena jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang menyeberang ke Ulee Lheu pada liburan Lebaran sangat tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Jumlah wisatawan yang datang ke Sabang, rata rata 3.000-an orang per hari. Sementara penumpang yang menyebarang ke Ulee Lheu, Banda Aceh mencapai 2.000 orang. Peningkatan itu sudah terjadi sejak Senin (26/6) lalu. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang akan terus bertambah hingga akhir pekan ini.

Meski jumlah pengunjung yang datang ke Sabang dan yang kembali ke Ulee Lheu sangat tinggi, namun sejauh ini belum ada penumpang yang terlantar atau tertinggal. Hanya saja belasan mobil yang masih atrean di pelabuhan harus menunggu giliran pemberangkatan.

Bagi kita, apa pun yang terjadi kita mengingatkan kepada pihak yang berwenang agar tidak mengizinkan kapal berlayar dengan jumlah penumpang dan kenderaan melebihi kapasitas. Memang, para penumpang akan mendesak pihak otoritas pelayaran agar dirinya bisa berangkat, tetapi permintaan tersebut tidak perlu dilayani.

Terhadap keputusan pihak pelayaran selama ini yang “zero” toleransi dengan para penumpang, tentu saja pantas kita beri apresiasi. Sebab, kita sama-sama tidak menginginkan tragedi tenggelam Kapal Gurita Januari 1996 yang menewaskan ratusan akan terjadi kembali. Subhanallah, jangan sampai terulang lagi!

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/30/tragedi-gurita-jangan-ada-lagi
Bagikan:

2 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete