TRIBUNBARAT.COM - Uniknya Musamus, sarang semut raksasa di Merauke Papua yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter dengan lebar diameter 3 meter. Bujug Gede banget yah, bisa bangkong barongkong kaya begini. Padahal sarang semut kroto yang biasa kita temui palingan hanya sebesar kepalan tangan atau maksimal segede kepala mantan pacar. Pasti kamu membayangkan ukuran semut-semutnya sebesar apa, jangan-jangan sebesar jempol kaki kita.

Padahal semutnya tidak semengerikan yang kamu bayangkan, masih tetap berukuran kecil tapi jumlahnya jutaan dalam satu istana. Dan faktanya yang mendirikan sarang semut raksasa ini bukanlah gerombolan semut tapi koloni hewan perayap Macrotermes sp dari keluarga Termitidae. Wajah dan tubuh mereka saat kita menangkapnya memang 11 12 mirip sekali dengan mamang semut. Tapi banyak yang bilang juga kalo ini memang semut beneran bukan rayap, tau yang bener yang mana cuy.

    Ritual Pengawetan Mayat dengan Asap di Papua Nugini

Dan cara hidup mereka juga sama seperti bangsa semut, ada rayap pekerja, rayap prajurit, dan rayap reproduksi (Alates) yaitu calon-calon raja dan ratu rayap yang nantinya seumur hidup tugas mereka hanya untuk makan kimpoi dan bertelur saja. Miris memang disaat para rayap lain kerja rodi banting tulang, mereka malah asyik indehoy ngak ngek ngok tiap hari.

Jir bisa batal nih puasa gosipin semut lagi kimpoi. Ok lanjut ceritanya tentang sarang semut raksasa di Papua. Sahabat kejadiananeh.com, Masyarakat asli papua disana biasa menyebutnya sebagai Musamus yaitu Rumah Semut atau Istana yang terbuat dari jutaan koloni Semut. Berada di distrik Sota, kurang lebih 80 km dari Merauke. Sota sendiri merupakan daerah perbatasan Indonesia bagian timur dengan Negara Papua New Guinea.

Deretan musamus musamus yang berada di Jalan Raya Distrik Sota, perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea

Di sekitar tempat inilah kita bisa melihat banyak sekali penampakan sarang semut dari yang berukuran mini 100 cm sampai 3 meter. Dan jika ingin melihat sarang semut nyaris berukuran rumah yang mencapai 2 meter sampai 5 meter berada di kawasan Taman Nasional Wasur. Tapi rumah semut disini semuanya sudah diberi batas pagar agar tidak lagi dirusak oleh para wisatawan nakal. Sebab dulunya banyak Musamus yang hancur gara-gara dikobel-kobel tangan jahil pengunjung, bahkan sampai ada yang foto selfie sambil glendotan alias manjat di sarang semut raksasa ini.

    Aneh Tapi Nyata, Ikan Kepompong Lungfish yang Bisa Hidup Dalam Tanah Kering Bebatuan Tanpa Air

Yang naik bisa 2 sampai 3 orang gimana gak hancur coba, emang dasar norak bin kampungan. Padahal untuk membuat sarang semut ini membutuhkan waktu tidak sebentar, bisa mencapai tahunan untuk jutaan semut itu membuat Musamus raksasa dari rumput kering, tanah, sampah dedaunan yang direkat dengan air liur mereka secara bergotong royong. Sedangkan hancurnya keindahan rumah semut Musamus di masa lalu (tapi sekarang udah jarang banget), kebanyakan sengaja dibongkar oleh suku Marind (suku asli pedalaman Merauke) untuk dijadikan alat memasak atau memeram ubi.

SUMBER: http://www.kejadiananeh.com/2017/06/musamus-sarang-semut-raksasa-papua.html
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini