TRIBUNBARAT.COM, KAPOLRES Aceh Tanggara (Agara), AKBP Gugun Hardi Gunawan melalui Wakapolres Kompol Imam Asfali mengatakan, Nasruddin (45), tersangka pelaku mutilasi ibu kandungnya, Mise (70), Kamis (29/6) dini hari di Agara, mengalami luka tembak di bagian kaki kanannya.

Menurut Wakapolres, tersangka pelaku terpaksa dilumpuhkan karena pada saat diminta untuk menyerahkan diri dan menjatuhkan parang terhunus dari tangannya setelah mengeksekusi ibunya, Nasruddin malah berupaya menyerang polisi. “Anggota kita melumpuhkan pelaku dengan tembakan di bagian kaki kanannya karena menyerang petugas,” kata AKBP Gugun Hardi Gunawan.

Dalam keadaan kaki berdarah, polisi kemudian membawa tersangka ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sahuddin Kutacane untuk diobati. Namun, pihak dokter merujuknya ke sebuah rumah sakit di Medan, karena tulang miskin kaki kanannya retak ditembus peluru dan kemungkinan kaki tersangka harus diamputasi.

Sejumlah polisi dari Polres Agara dilibatkan mengawal tersangka untuk mendapatkan pengananan medis lanjutan di Medan, Sumatera Utara.

Kasus tersebut, menurut Gugun Hardi, kini dalam penyelidikan polisi, karena belum ditahui persis apa motif tersangka mengeksekusi ibu kandungnya itu. Kemungkinan tersangka juga akan diperiksakan ke psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/30/diminta-menyerah-malah-serang-polisi
Bagikan:

2 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete