TRIBUNBARAT.COM - JAKARTA -- Lelaki ini berani luar biasa. Tak dibiarkannya musuh-musuh Allah yang lewat di hadapannya lolos. Ia menerjang kawanan musuh tanpa rasa takut. Lelaki ini menjadi magnet perhatian para sahabat Rasulullah SAW. Gesit, berani, dan tak kenal rasa takut kala berjihad. Benar-benar sosok mujahid sejati.

Namun, keliru. Gumaman para sahabat yang menyebutnya, “Dia pasti yang beruntung dalam peperangan ini,” dipatahkan Rasulullah SAW. “Sungguh dia adalah ahli neraka.”

Sontak sabda Nabi Muhammad SAW tersebut membuat para sahabat keheranan. Bagaimana mungkin, seseorang yang sangat berani membela panji Allah dan dijanjikan masuk surga jika syahid justru divonis masuk neraka?

Maka, salah seorang sahabat lain mengikuti lelaki tersebut. Sang lelaki itu pun terluka hingga ia mengeluh kesah. Ia tak tahan rasa sakit yang teramat itu. Lantas ia mencabut pedangnya dan ia tancapkan di tubuhnya. Lelaki itu pun tewas bunuh diri justru saat pintu surga terbuka bagi yang syahid dalam medan pertempuran.

Kisah yang termaktub dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Bukhari ini memberikan banyak makna tentang amal. Bisa jadi apa yang tampak menjadi amal saleh di hadapan manusia belum tentu bermakna amal saleh di hadapan Allah SWT.

Amal akan dihitung sejak ia diniatkan hingga ia tuntas di akhirnya. Bahkan, sebuah amal justru dilihat di saat ujung dituntaskannya. Apakah ia tetap lurus dalam kaidah sunah baik tata cara maupun niat atau justru ia menyeleweng lewat niat-niat halus yang menggoda. Hidup dinilai dari akhirnya.

SUMBER: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/06/29/osb3xm313-memastikan-setiap-detik-adalah-kebaikan
Bagikan:

2 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete