OLEH DR MOHD ANDALAS SpOG, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Hong Kong


Tribunbarat.com - KISAH pilu di masa lalu bagi wanita yang tak mungkin punya momongan karena rahimya diangkat akibat kanker rahim dan uterus, kini sudah ada solusinya. Yakni, dengan teknik transplantasi (pencangkokan) rahim.

Keberhasilan di bidang cangkok rahim ini ditandai dengan kelahiran bayi pertama dari seorang ibu yang mendapat transplantasi rahim pada tahun 2014.

Kisah sukses transplantasi ini dipresentasikan Prof Mats Brannstrom PhD dari Gothenburg University, Swedia, dalam kuliah utama Konvensi Dokter Dokter Obstetrics dan Gynecology (Obgyn) Asia-Oseania Ke-25 yang berlangsung Jumat hingga Minggu lalu di Hong Kong Convention Centre.

Konvensi ini dihadiri kurang lebih 750 dokter ahli kebidanan dan kandungan di kawasan Asia-Oceania.

Saya hadir di forum ini mewakili Bagian Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)/Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) bersama rekan sejawat lain dari Pulau Jawa. Di antaranya, Ketua dan Sektretaris POGI Pusat, Dr dr Pujo dan Dr dr Andon, serta sejawat dari Bali dan Sulawesi.

Beberapa topik menarik lainnya juga dibicarakan dalam konvensi ini, seperti kasus bedah sayatan minimal atau operasi laparoskopi dan pencegahan pendarahan pascasalin.

Bila dibandingkan dengan kemajuan dalam transplantasi hepar (hati) dan ginjal yang sudah lebih awal dilaporkan keberhasilannya, maka transplanstasi rahim jauh tertinggal.

Transplansi rahim sebenarnya sudah dimulai dengan proses yang panjang, yakni tahap percobaan terhadap binatang dan melewati proses sidang dewan etika para dokter pakar dari Federasi Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan Dunia (FIGO), yakni sejak sepuluh tahun sebelum kelahiran bayi pertama transplantasi uterus tahun 2014.

Inisiasi penelitian transplantasi uterus pertama dilakukan di Adelaide, Australia, pada seorang ibu muda yang diangkat rahimnya karena menderita kanker leher rahim, demi keselamatan jiwanya. Sedangkan indung telurnya dipertahankan, sehingga hormon estrogen tetap ada di dalam tubuhnya. Hormon estrogen merupakan hormon kunci bagi wanita karena itu sangat dibutuhkan bagi wanita muda.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/29/kini-rahim-pun-bisa-ditransplantasi
Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete