Tribunbarat.com - Mariana, (36) satu dari 25 orang terpidana pelanggar qanun Syariat Islam batal menjalani eksekusi 100 kali cambuk dihalaman Masjid Al Munawarah Jantho, Jumat (16/6). Pembatalan dilakukan karena ibu rumah tangga tersebut tengah hamil.

"Karena pertimbangan kondisinya yang tengah hamil 4 bulan, jadi eksekusi yang bersangkutan kita tunda," kata Kejari Aceh Besar, Murdani SH.

Dikatakan, eksekusi akan dilaksanakan setelah warga Kecamatan Masjid Raya itu melahirkan. Sambil menunggu proses persalinan, Mariana akan dikembalikan ke keluarga atau tidak lagi ditahan.

"Sesuai ketentuan jaksa hanya memiliki waktu 30 hari untuk melaksanakan eksekusi,Jadi jika melewati batas waktu tersebut setiap terpidana tidak bisa lagi ditahan karena prosesnya sudah inkrah," kata Murdani.

Informasi dihimpun meski batal dieksekusi, namun Mariana tetap dihadirkan ke halaman Masjid Al Munawarah Jantho bersama 24 terpidana lainnya. Jaksa juga membacakan salinan putusan Mahkamah Syariah Aceh Besar nomor 11/JN/2017/MS-JTH tertanggal 6 juni 2017.

Mariana divonis bersalah melanggar qanun nomor 6 tahun 2015 tentang hukum jinayat setelah ditangkap warga disalah satu rumah di gampong Gampong Lam Kruet Lhoknga pada April 2017, sekira pukul 21.30 Wib. Dia dihukum 100 kali cambuk karena dinyatakan terbukti melakukan zina.


sumber: http://www.ajnn.net/news/hamil-empat-bulan-eksekusi-cambuk-terpidana-zina-ditunda/index.html
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini