TRIBUNBARAT.COM -  Berbelanja di toko virtual, alias online shop, memang seringkali memaksa Anda untuk beradaptasi dengan bahasa serta istilah-istilah yang umumnya hanya ditemukan di komunitas tersebut.

Meski awalnya risih atau enggan menggunakan bahasa-bahasa unik tersebut, pada akhirnya Anda perlu mengerti juga supaya bisa nyambung dengan penjual.

“Awalnya ikutan aja sih. Aku cuma mengikuti aturan forum dan komunitasnya. Biar saat tanya-tanya sebelum transaksi dianggap sudah biasa belanja online. Jadi, nggak (dipermainkan) oleh penjualnya,” kata Anton, 21, saat ditanya mengapa ia kerap menggunakan bahasa online shop saat bertransaksi jual-beli lewat internet.

Julia, 21, juga mengakui hal yang sama. Karena ingin dianggap mengerti tentang jual-beli online sehingga mudah berinteraksi dengan penjual dan tidak ditipu, Julia mempelajari istilah dan singkatan yang tidak jelas asal-mula penggunaannya tersebut.

“Supaya bisa respon dan mengerti maksud penjual apa. Kalau si penjual tahu kita nggak paham bahasa mereka, bisa saja kan dia bohong – entah harganya dinaikkan, atau kualitas dan asal barangnya diubah-ubah. Kalau seperti itu, kita juga yang rugi,” ucap Julia.

Terlepas benar tidaknya asumsi tersebut, tidak ada salahnya kita ikut mempelajari beberapa istilah belanja online yang sudah sering dipakai, baik di forum jual-beli seperti KASKUS, Female Daily, atau marketplace seperti Tokopedia, dan lain-lain. Penasaran?

1. PO: Singkatan dari Pre Order, yakni pemesanan di muka. Biasanya cara ini dipakai oleh mereka yang menjual barang-barang impor atau sesuai pesanan (custom). Singkatnya, barang baru akan dibuat atau dipesankan setelah PO berakhir, kemudian nanti dikirim ke pembeli.

2. Supplier: Sebutan untuk pihak yang memberikan pasokan barang kepada penjual (seller).

3. Reseller: Sebutan untuk pihak yang menjualkan barang orang lain. Bedanya dengan seller, biasanya reseller membeli barang tidak dari supplier langsung dan hanya dalam jumlah kecil.

4. Price Police: Aksi membandingkan harga satu penjual online shop dengan penjual yang lain. Contoh: “Rp 40.000 mahal banget, sis. Kemarin aku tanya di Toko B harganya cuma Rp 30.000.”

5. Dropship: Saat barang tidak ada di tangan si penjual yang bersangkutan karena ia hanya seorang reseller. Dalam hal ini, barang yang dibeli akan dikirimkan langsung oleh supplier tetapi atas nama reseller.

6. Retur: Pengembalian barang oleh pembeli kepada penjual dengan alasan tertentu seperti barang cacat, ukuran atau warna yang tidak sesuai, dan sebagainya.

7. DP: Singkatan dari Down Payment atau uang muka. Ini artinya pembeli tidak harus membayar lunas dulu saat melakukan pemesanan (misalnya untuk barang pre order). Jumlahnya sesuai kesepakatan dengan si penjual, misalnya 50% atau 80% di muka, dan sisanya akan dibayarkan saat barang diterima pembeli.

8. PM: Merupakan singkatan dari Private Message atau Personal Message, yang artinya kegiatan mengirim detail tagihan (invoice) atau melanjutkan pembicaraan secara personal melalui email atau chat pribadi.

9. Ongkir: Singkatan dari Ongkos Kirim (shipping cost). Pihak penjual bisa menentukan apakah harga barang yang dijual tidak termasuk ongkos kirim atau gratis ongkos kirim.

10. No afgan: Istilah ini diambil dari lagu milik grup musik Afgan yang berjudul “Sadis”. Artinya boleh menawar harga, tapi jangan keterlaluan.

11. Rekber: Singkatan dari Rekening Bersama. Maksudnya ada rekening pihak ketiga yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli. Saat terjadi transaksi jual-beli, pembeli akan mentransfer uang ke pemilik rekber, kemudian pemilik rekber akan mengabari penjual bahwa uang sudah dikirim. Setelah itu, penjual akan mengirimkan barang pada pembeli. Uang baru akan ditransfer pada penjual apabila pemilik rekber mendapat kabar dari pembeli bahwa barang yang dimaksud sudah sampai.

12. COD: Singkatan dari Cash on Delivery, artinya pembayaran tunai di tempat. Cara pembayaran ini populer di Indonesia, karena pembeli tidak perlu menggunakan kartu kredit atau mencari ATM untuk melakukan transfer.

13. ATC: Singkatan dari Add to Cart. Ini adalah istilah yang biasa ditemukan di halaman situs online shop, artinya “Masukkan ke dalam keranjang (pembelian)”.

14. RC: Singkatan dari Recommended Seller. Ada juga yang menyebutnya dengan singkatan recsel/reccsel. Ini adalah sebutan untuk penjual yang direkomendasikan. RC biasanya adalah penjual terpercaya yang sudah memiliki banyak pelanggan.

15. BT: Merupakan singkatan untuk barter. Biasanya penjual dan pembeli akan menukarkan barang dengan barang. Sistem ini banyak digunakan dalam penjualan barang second-hand, saat pembeli tidak puas dengan kondisi barang yang diterima dan ingin menukarkan dengan barang dengan jenis atau nilai yang sama.

16. Ready Supp: Ini artinya barang siap dikirim, tapi berada di supplier. Istilah ini biasanya digunakan oleh para reseller.

17. Ready Stock: Persediaan masih ada. Dengan kata lain, barang yang ditawarkan ada di penjual dan siap untuk dikirim secepatnya.

18. TT: Transfer Tunai, atau bisa juga bentuk singkatan dari Tukar Tambah. Ada juga yang menyingkat “transfer” menjadi “TF”. Jika ingin pasti, sebutkan maksud Anda dengan jelas.

19. PL: Singkatan dari Price List, yang dalam bahasa Indonesia artinya Daftar Harga.

20. BNIB: Singkatan dari Brand New in Box, artinya barang baru dan belum dibuka segel pembungkusnya.

21. Mint Condition: Kondisi barang second-hand yang, menurut penjual, 98%-99% hampir seperti baru.

22. Nett: Artinya harga sudah tidak bisa ditawar lagi.

23. Cendol: Tanda khusus yang diberikan di forum Kaskus kepada seseorang untuk menunjukkan penghargaan atau mendukung reputasinya. Misalnya, seseorang yang sudah memperoleh pelayanan yang memuaskan dari penjual bisa memberikan tanda “Cendol” kepada penjual tersebut. Ini adalah lawan kata dari “Bata”. Mirip dengan tanda “+1” di Google Plus atau tanda “Like” berupa jempol di Facebook.

24. Bata: Tanda khusus yang diberikan di forum Kaskus kepada seseorang untuk menunjukkan reputasi yang buruk. Orang memberi tanda ini karena sudah mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan dari seseorang atau ditipu. Ini adalah kebalikan dari kata “Cendol”.

25. WTS (Want To Sell): Keinginan dari si penjual untuk menjual barang dagangannya. Biasanya kata-kata WTS digunakan sebagai judul dari thread atau tautan promosi barang dagangan si penjual.

26. WTB (Want To Buy): Keinginan calon pembeli untuk membeli barang yang dibutuhkannya. Biasanya para pengguna WTB mengharapkan para pembaca yang berniat menjual barang yang sesuai dengan keinginannya untuk menawarkan kepadanya.

27. PnP (Plug and Play): Penjelasan mengenai barang yang dijual, dimana barang yang dibeli dapat langsung dipasang dan digunakan.

28. OEM (Original Equipment Manufacturer): Singkatan ini dipakai untuk menjelaskan bahwa barang yang dijual adalah barang asli dari pabrik namun tidak dibungkus dalam kemasan bagus. Barang OEM bisa didapat dari bagian produk asli yang sudah tidak dipakai atau pembelian dalam jumlah yang besar.

29. Rep (Replika): Barang tiruan yang menyerupai barang asli.

30. Keep: Istilah ini digunakan oleh pembeli yang meminta penjual untuk menyimpan barang yang ia pesan, dan akan dibayar sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

31. Nyabar (Nyari Barang): Istilah bagi calon pembeli yang sedang mencari barang untuk dibeli. Ditulis sebelum menyebutkan spesifikasi barang yang ingin dibeli.

32. Ekspedisi: Penyedia layanan jasa pengiriman, misalnya POS Indonesia, JNE, TIKI, dan lain-lain.

33. BPJS (Budget Pas-Pasan Jiwa Sosialita): Cemoohan ini biasanya diberikan ke calon pembeli yang suka menawar harga barang online.

34. CLBK (Chat Lama Beli Kagak): Cemoohan ini biasanya diberikan ke calon konsumen yang banyak bertanya, namun pada akhirnya tidak jadi beli.

35. Palkor: Istilah ini hampir sama artinya dengan PHP atau penipu. Cemoohan ini diberikan ke untuk calon pembeli yang sudah banyak bertanya tentang produk dan ongkos kirim, meminta total biaya yang harus dibayar, namun malah menghilang saat sudah menerima rincian total biaya, waktu transfer dan tanggal pengiriman barang.

36. Out of Stock: Barang yang dijual sudah habis persediaannya.

37. SFS: Share for Share, artinya dua pemilik barang atau online shop saling mempromosikan produk dan atau situs mereka.

38. Ori: Barang original alias murni diproduksi, diseleksi, dan diberi merk oleh pembuat produk tersebut sehingga kualitas barang benar-benar terjaga.

39. KW Super: Istilah yang digunakan penjual atau reseller untuk memasarkan barang replika alias palsu. Produk jenis KW Super biasanya mengikuti bahan dan tampilan barang asli semirip mungkin, namun sama sekali tidak terjamin kualitasnya (meskipun dilengkapi dust bag atau sertifikat tiruan).

40. KW 1, KW 2, KW 3: Istilah yang digunakan penjual untuk memasarkan barang palsu yang dijual dengan embel-embel merk ternama. Tidak ada yang bisa memastikan perbedaan kualitas antara KW 1 dan KW 2 atau KW 3, sehingga kesimpulannya semua yang masuk dalam kategori ini sama-sama barang tiruan dengan kualitas yang perlu diragukan.

Dari semua istilah di atas, yang mana paling menggelitik Anda? Silakan tambahkan jika Anda mengetahui istilah-istilah unik lainnya!

sumber: http://liveolive.com/post/view/2398-kamus-belanja-online-yang-perlu-anda-kuasai/59
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini