TRIBUNBARAT.COM - ASI adalah salah satu hal yang terbaik yang bisa ibu berikan ke anaknya. Saya percaya ada yang dikaruniakan ASI yang berlimpah, cukup dan kurang. Kalau saya termasuk kategori cukup, kan katanya ASI ini permainan pikiran juga. Jadi, selalu saya anggap ASI saya cukup buat kebutuhan si bayi. Kalau banyak yang menyebutkan ibu pemberi ASI dengan sebutan Pejuang ASI, saya setuju dengan sebutan itu.

Ini saya mau ceritakan sedikit bagaimana sehari-hari saya agar bisa bawa oleh-oleh buat baby Bitha.

Kami biasanya berangkat dari rumah pukul 5.30, kalau masih sempat bisa pumping 1 PD, baru mandi, menyiapkan bekal, dan berangkat. Di mobil, menuju stasiun pumping 1 PD satunya lagi. Kenapa tadi ga langsung dua-duanya? Satunya sudah dihabisin Bitha jadi biar sempat loading lagi.

Perjalanan rumah – stasiun kira-kira 35 menit, sempat pumping dan dandan ala kadarnya.

Beruntung punya suami yang mengerti bawaan istrinya seperti orang mau camping. Jalan dari parkiran, di kereta dan selama transit-transit di stasiun serta nyambung ke halte busway. Semua perlengkapan cooler bag, pompa ASI dan segala perkakasnya, bekal makan siang dan tas ransel lengkap dengan notebook dan keperluan kerja dibawakan oleh suamiku yang paling ganteng di dunia ini.

Jadi, saya cuma bawa semua alat perang itu cukup dari halte ke kantor, beruntungnya halte berada tepat di depan kantor saya.

Perjalanan dari rumah sampai duduk manis di kantor kira-kira 2.5 jam. Sampai kantor langsung pumping lagi. Sayang sekali di gedung saya bekerja tidak ada ruang menyusui, adanya di mall yang berhubungan dengan gedung kantor. Cukup makan waktu kalau harus jalan ke sana. Jadinya, saya pumping di toilet VIP. Di ruangan meeting kantor ga bisa pumping. CCTV tiap sudut, ke arah mana saja tidak bisa.

Walaupun kantor tinggal selangkah ke mall, jarang sekali turun. Karena harus pumping ASI tepat di jam makan siang, dan sore sebelum pulang. Angan-angan kalau pindah kantor di sini bakal sering cuci mata, say bye.. byeee.. dulu yaaa..

Mengarungi perjalanan antar galaxy, saya pun sampai di stasiun tujuan, di mobil lanjut pumping lagi. Pokoknya kata sandi-nya pumping dan pumping lagi.

Jadwal pumping juga harus disesuaikan, seperti beberapa waktu lalu acara kantor roadshow dari pagi sampai malam di salah satu hotel, untungnya sekarang hotel bintang 4 ke atas harus ada klinik, jadi bisa pumping di situ, dan juga tersedia kulkas. Aman dan nyamanlah hati ini. Tinggal atur jadwalnya kapan harus ngacir ke klinik untuk pumping.

Nanti kalau mulai tugas luar kota, tantangannya beda lagi harus atur strategi juga.

Terkadang saya berpikir apa saya sanggup, apalagi terkadang hasil pumping sereeettt banget, bikin khawatir cukup atau tidak nanti buat baby Bitha.

Tapi melihat dulu Kalev bisa dapat ASI sampai 22 bulan, di mana emaknya sering tugas keluar. Percaya dan semangat, Bitha juga pasti bisa. Keadaan sekarang jauh lebih enak, zamannya Kalev, emaknya penuh drama kehidupan, pumping juga pakai pompa manual. Sekarang jauh lebih mudah dengan pompa electric yang bisa double pumping. Saya pakai Spectra 9 plus, yang sampai saat ini happy dan cocok dengan breast pump ini.

Buat teman-teman seperjuangan, ibu-ibu menyusui… Kita harus tetap semangat !!! Harus berpikiran positif !!! Dan, pastinya selalu Happy

SUMBER: https://sorasirulo.com/2017/06/20/kolom-indah-rosa-sitepu-pejuang-asi/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini