TRIBUNBARAT.COM - Malam ini tak seindah malam kemaren....... Malam kemaren, Saat warga Muhammadiayah merayakan malam takbiran tidak ada pawai kendaraan yang bising, tidak ada laju kendaraan bermotor yang memekakkan telinga, memang ada keramaian sebentar itupon karena persiapan pawai . cuman tidak bising karena peserta pawai pulang kembali ke tempat masing2 melewati jalan yg berbeda. 

Sedang di Mesjid dan Mushalla Warga Muhammadiyah, takbir takhmid tahlil dilantunkan syahdu, gema Takbir dilantunkan indah menyambut Hari Raya Idul Fitri yang mereka rayakan pada Selasa, 30 Agustus 2011 Malam ini, pawai kendaraan hias serta takbir resmi di lepas Bupati Karimun di Taman Kota, iringan kendarawaan pawai diselingi oleh ribuan kendaraan bermotor yang memekakkan telinga. Miris, Karena sudah hilang kesyahduannya . Yang ada hanya eforia menyambut 1 syawal yang salah kaprah. 

Para Remaja berpelukan erat diatas kendaraan bermotor, warga Tiongha dengan pakaian seksipon ikut serta meramaikan kegiatan ini. Motor yang sengaja didengung2kan keras2, petasan dan mercon yang ditembakkan dari atas kendaraan, motor yang diangkat macam pembalap. Orangtua bawa anak2 yang masih kecil bersama istripon ada. Sepertinya mereka tidak memikirkan keselamatan, tidak memikirkan kalau seandainya mereka celaka mereka tidak bisa belebaran besoknya. para orangtua pon seperti nya tidak bisa melarang anak-anaknya untuk tidak ikut iringan nkendaraan tersebut. 

Sepertinya Iblis dan Syetan yang sudah lepas belenggunya ikut serta bersama mereka "merayakan" malam takbiran ini. Kenapa tidak, para remaja yang berpacaran memanfaatkan moment ini untuk melepas "dahaga" sebulan Ramadhan. Bebas berpelukan dimotor, bahkan ada yang berciuman pamer pada kawan-kawan gank motornya tanpa malu-malu. Ada juga yang mojok dikegelapan, pura-pura menonton keramaian pawai, tapi merek asyik masyuk.

Karena ada tangan yang hilang dibalik baju kaus yang dikenakan teman wanitanya....hahay... begitulah, hanya sedikit masyarakat yang berada di mesjid dan mushalla melantunkan takbir. Jadi teringat masa kecil dulu, pawai seperti ini tidak ada. sehingga iringan ribuan kendaraan bermotor pon tak ada, karena tidak ada momentumnya. dulu kami meramaikan malam takbiran berjalan kaki membawa obor dari bambu berbaris rapi melantunkan takbir keliling kampung. 

Disetiap rumah, warga menghidupkan lampu colok, lilin dan sebagainya. Kami anak-anak di depan sedang para orang dewasa. Sangat merakyat dan bersahaja. tidak ada mercon yang memekakkan telinga. Sekarang kegiatan seperti itu sudah punah. Aku jadi rindu kampungku yang dulu. Malam ini tak seindah malam kemaren.....lagu ini mungkin bagi kami yang sudah tidak lagi Remaja. kalo bagi mereka......tentu kebalikannya....hmm.. Iblis dan Syetan telah menunjukkan eksistensinya pada manusia..begitu mudahnya kita terpedaya.....

Sumber : http://www.kompasiana.com/alchemist/asyiknya-mesum-di-malam-takbiran_550920aa813311c76eb1e120
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini