TRIBUNBARAT.COM - BLANGKEJEREN – Polisi terus melakukan pengembangan kasus kekerasan seksual oleh AB (35) terhadap anak di bawah umur. Waria asal Penggalangan, Blangkejeren, Gayo Lues ini mengaku ada korban lain selain F, sudah ada tiga korban yang berhasil diungkap polisi.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, Rabu, 21 Desember 2016 mengatakan, sejak tersangka AB ditangkap pada Minggu, 18 Desember 2016, pemeriksaan dilakukan secara intensif guna menyelidiki seluruh seluk beluk tersangka untuk mengungkap adanya korban lain.

“Dari hasil pengembangan, tersangka AB bukan hanya mengaku memiliki kelainan seks, dan bukan hanya F (anak dibawah umur) yang pernah disodominya, melainkan ada dua anak di bawah umur lagi, dengan rincian, F disodominya 10 kali, dan dua korban lainya masing-masing disodominya sebanyak satu kali,” ungkapnya.

AB dilaporkan kepolisi oleh AR ibu korban F. tindakan ibu korban yang melapor ke polisi dikatakan Eko Rendi Oktama sudah sangat tepat. Ia berjanji kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut akan diungkap sampai tuntas, agar tidak ada lagi korban di kemudian hari.

“Tersangka ini kita jerat pasal 82 undang-undang perlindungan anak, yang intinya, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta,” jelasnya.

Waria itupun diamankan Polisi dari tempatnya bekerja di salah satu Salon desa Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren setelah dilaporkan AR (33) dengan LP Nomor : LP.B/73/XII/2016/SPKT Tentang dugaan Pelecehan seksual terhadap anak (Sodomi). AR awalnya curiga dengan gelagat tersangka yang mengajak anaknya kerumah tersangka, namun F tidak mau dan seperti ketakutan, dan saat ibuk F menyuruh diambilkan kain jemuran di belakang rumah. Saat itu tersangka kembali mendatanggi F seraya memegang-megang kemaluan korban, AR melihat dan langsung menayai anaknya, F pun mengaku sudah sering disodomi pelaku.

Tidak terima dengan perlakuan tersangka, AR menelpon tersangka sembari menayai dan marah-marah, dan AB pun mengakui perbuatanya sembari meminta maaf kepada AR, namun permintaan maaf itu tidak diterima ibu korban dan langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

sumber: http://teropongaceh.com/korban-sodomi-waria-bertambah-jadi-tiga-anak/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini