Tribunbarat.com - Aparat Kepolisian di Kota Xuzhou, Provinsi Jiangsu, China, menggelar investigasi terhadap kasus ledakan di dekat sekolah taman kanak-kanak di kota itu.

Seperti yang diberitakan, ledakan yang terjadi pada Kamis kemarin, tercatat menewaskan delapan orang, dan melukai 60-an korban lainnya.

Seperti diberitakan AFP, Jumat (16/6/2017), polisi mengaku memperlakukan penyelidikan terhadap kejadian itu layaknya penyelidikan aksi kejahatan.

Sejauh ini, polisi telah mengidentifikasi seorang tersangka.

Baca: Ledakan di Dekat Sekolah TK di China, 7 Tewas, 59 Luka-luka

Dalam rekaman video yang tersebar melalui media sosial terlihat suasana yang mengerikan terjadi di lokasi kejadian.

Jerit tangis ketakutan terdengar di antara tubuh para korban yang tergeletak di tanah bersimbah darah.

Sementara itu, gambar yang dipublikasikan media setempat pun menunjukkan para korban selamat yang pakaiannya terkoyak, akibat kekuatan ledakan.

Pemerintah Daerah Fengxian di provinsi Jiangsu timur mengatakan, insiden itu diperlakukan sebagai tindakan kriminal.

Sementara, saksi mata mengatakan kepada media lokal bahwa ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh tabung gas masak.

Seorang korban selamat mengatakan dalam wawancara dengan jaringan televisi setempat, pintu gerbang sekolah baru saja dibuka, tanda anak-anak akan pulang.

Saat itulah ledakan terjadi. Di tempat tidur rumah sakit tempat dia dirawat, saksi itu mengatakan, belum ada anak yang keluar dari gerbang kala itu.

Wanita yang sedang memegang bayi duduk di sisi tempat tidurnya di RS, mengaku pingsan dan baru terbangun saat dirawat.

Pemerintah Daerah Fengxian juga mengatakan, kelas belum bubar ketika ledakan terjadi. Tak ada guru atau pun siswa yang menjadi korban dalam kejadian ini.

Sedikitnya, delapan orang tewas dan 65 lainnya cedera, termasuk delapan orang dalam kondisi kritis.

Dua korban tewas seketika di lokasi ledakan, dan enam lainnya saat dirawat di RS.

Pemandangan di lokasi menunjukkan lebih dari selusin orang di luar sebuah bangunan TK.

Banyak dari mereka yang terkapar di tanah, dan beberapa di antaranya tampak tidak sadarkan diri, termasuk sejumlah anak kecil.

Sebuah video yang diunggah People's Daily menunjukkan petugas darurat tiba di lokasi kejadian dan di rumah sakit. Terlihat, sekian banyak korban terbujur di ranjang RS.  


SUMBER: http://internasional.kompas.com/read/2017/06/16/11264621/puluhan.korban.terkapar.bersimbah.darah.jerit.tangis.pun.terdengar
Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete