TRIBUNBARAT.COM BLANGPIDIE - Pencarian terhadap satu korban hilang dalam peristiwa tenggelam perahu (bukan boat) di perairan laut pulau Gosong Sangkalan, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), belum berhasil menemukan korban.

Korban hilang adalah Muslaili (17), warga Dusun Pasir, Desa Pulau Kayu, Susoh. Sedangkan satu korban meninggal dalam musibah tersebut, Mawarni (45) sudah dikebumikan pada Selasa sore.

Ka Ops Satgas SAR Abdya, Erijal dihubungi Serambinews.com menjelaskan bahwa informasi bahwa masih ada satu korban lagi masih hilang dari tujuh orang korban yang dibawa perahu tenggelam baru diperoleh setelah dikebumikan satu korban meninggal, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Setelah mendapat laporan masih ada satu korban hilang, Anggota Satgas SAR Abdya berjumlah 10 orang segera kembali ke lokasi perahu tenggelam, yaitu perairan laut sekitar Pulau Gosong," kata Erijal.

Pencarian korban dilakukan Anggota Satgas SAR dengan penyelaman menggunakan  peralatan alat selam. Percairan korban juga dibantu para nelayan Susoh, termasuk personel BPBK Abdya.

Upaya pencarian korban hilang berlangsung menjelang magrib, tadi, tanpa hasil.

"Kegiatan pencarian korban berhenti untuk dilanjutkan kembali, Rabu pagi, besok," katanya.

Ka Ops Satgas SAR Abdya, Erijal meluruskan keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin sebelumnya yang melaporkan korban boat tenggelam dalam pelayaran dari Ujong Serangga-Pulau Gosong, Susoh.

"Sebenarnya, bukan boat yang tenggelam, melainkan  perahu nelayan yang membawa awak penumpang boat menuju bibir pantai Pulau Gosong," kata Erijal.

Dijelaskan, boat jenis TS membawa delapan warga untuk rekreasi pada hari kedua atau tiga Idul Fitri 1438 H.

Boat yang dikendalikan Rasdi bertolak dari Ujong Serangga, namun setelah berada sekitar pulau di tengah laut itu sekira pukul 12.35 WIB, boat labuh jangkar karena tidak bisa langsung merapat ke bibir pantai.

Dari delapan penumpang, anggota satu keluarga, tujuh orang diturun ke atas perahu untuk dibawa menuju bibir pantai, sementara Rasdi (suami), masih tetap berada di dalam boat memperbaiki baling-baling.

Perahu yang tumpangi tujuh orang itu dimasuki air laut, kemudian oleng akhirnya tenggelam. Perahu itu membawa tujuh orang satu keluarga dan tetangga menuju bibir pantai Pulau Gosong, yaitu Mawarni (istri), Martunis (anak), M Samsul (anak), Jamal (anak), Desi (ponakan), Suti Sabarina (ponakan) dan Muslaili (tetangga).

Martunis (17) berusaha keras membantu korban yang tidak berenang untuk dibawa ke atas karang atau bibir pantai.

Peristiwa tenggelam perahu tersebut segera diketahui masyarakat nelayan, kemudian segera menuju titik lokasi untuk memberikan pertolongan dan peristiwa tenggelam perahu tersebut juga silaporkan ke Satgas SAR Abdya dan BPBK Abdya.

Sejumlah Anggota Satgas SAR Abdya segera meluncur ke lokasi dengan perahu karet yang memang berada di aliran Krueng Pulau Kayu.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/28/korban-perahu-tenggelam-di-pulau-gosong-susoh-belum-ditemukan
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini

Nina Tun said...

Maaf Ganggu, sesama umat manusia harus saling membantu
disini aku ingin memberikan solusi untuk cara mendapatkan
pundi pundi uang untuk menutupi kebutuhan, ini memang NYATA !!!
Silahkan bergabung dengan keberuntungan yang melimpah
di P-O-K-E-R-A-Y-A-M.co dan dapatkan jackpot ratusan juta
Hanya dengan Minimal Deposit 10 ribu akan menjadi Rumah Mewah
info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A