TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gürbüz, melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada Senin (19/6). Dalam kunjungan pertamanya itu, Mehmet disambut oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, di Pendapa Gubernur, Banda Aceh. Pada hari yang sama, Mehmet bersama istri juga diterima Irwandi Yusuf, gubernur Aceh terpilih, di kediamannya, Jalan Salam, Lampriek Banda Aceh.

Kepada Irwandi dan istrinya, Darwati A Gani, Mehmet mengaku bahwa ia merasa sangat dekat dengan Aceh karena faktor sejarah.

Mehmet menyatakan sedianya akan berada di Banda Aceh saat Irwandi dilantik jadi Gubernur Aceh periode 2017-2022 sekitar 5 Juli nanti. Namun, karena Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Turki pada 5 Juli, maka Mehmet harus kembali ke Turki lebih awal. Dengan demikian, sekitar tanggal 5 nanti ia sedang tak berada di Indonesia. Itu sebab dia mendahului datang ke kediaman Irwandi sebelum pelantikan.

“Dia berharap, setelah saya dilantik, Turki adalah negara pertama yang saya kunjungi,” kata Irwandi.

Secara khusus, Irwandi berharap para mahasiswa Aceh yang terputus program beasiswanya yang sebelumnya diberikan Gullen, hendaknya dapat diteruskan.

Dalam perbincangan yang berlangsung akrab itu, Irwandi dan Mehmet juga membicarakan situasi terakhir di Qatar, di mana Turki terus memasok bahan makanan yang dibutuhkan Qatar pascaboikot politik dan embargo ekonomi oleh sejumlah negara Timur Tengah.

“Kami juga membicarakan hubungan Turki dengan Yunani, Rusia, dan Uni Eropa. Juga tentang perkembangan persenjataan Turki,” kata Irwandi.

Sementara itu, saat bertemu Gubernur Zaini Abdullah, Mehmet yang berbicara dalam bahasa Inggris mengaku bangga ia bersama istri bisa menginjakkan kakinya di Aceh. “Aceh dan Turki punya hubungan sejarah yang panjang, Aceh punya tempat khusus dalam sejarah dan di hati kami,” katanya kepada Zaini.

Dalam catatan sejarah, Aceh memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Turki tepatnya di zaman Kesultanan Aceh tahun 1565. Hubungan baik ini masih terus terpelihara hingga kini, bahkan saat Aceh dihantan tsunami akhir 2004, Turki menjadi salah satu negara yang turut terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

“Sebelumnya saya membaca dalam sejarah tentang hubungan baik antara Aceh dengan Turki, hari ini saya bangga bisa datang ke Aceh sebagai Duta Besar Turki,” ujar Mehmet seraya berkata selama berada di Aceh, ia mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti kuburan massal tsunami dan makam Turki.

Kerja sama
Dalam pertemuan singkat itu, Mehmet juga membicarakan berbagai sektor seperti sektor perekonomian, investasi, pariwisatan, dan listrik. Ia menyampaikan bahwa Turki siap membantu dan bekerja sama dengan Aceh dalam berbagai bidang, terutama dalam hal perekonomian serta akan mengajak investor Turki untuk berinvestasi di Aceh dan bekerja sama bidang pariwisata.

Turki, tambahnya, juga bersedia berinvestasi di sektor energi. Saat ini Turki telah mampu membuat kapal pembangkit listrik berkekuatan sampai 480 Megawatt yang merupakan terbesar di dunia. “Pemerintah Indonesia sudah memesan kapal pembangkit listrik tersebut, salah satunya kini ada di Sumatara Utara dan akan beroperasi dalam waktu dekat ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Zaini menyambut baik kunjungan Mehmet ke Aceh. Zaini mengatakan, hubungan Turki dan Aceh sangat erat pada masa Kesultanan Aceh. Turki pada masa Dinasti Utsmani telah banyak membantu Aceh dalam berbagai hal. “Semoga hubungan sejarah ini dapat terus mempererat hubungan Aceh dan Turki,” ujar Zaini.

Aceh, kata Zaini, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan seperti sektor pariwisata, perikanan, pertanian, dan berbagai sektor lainnya. Ia berharap Turki bisa menanamkan investasinya di Aceh. “Kita punya Pulau Sabang sebagai salah satu tempat pariwisata, kita juga punya kopi, ikan tuna dan berbagai komoditas lainya,” ujar Zaini.

Zaini Abdullah berharap Aceh dan Turki dapat menjalin kerja sama dalam berbagai bidang, sehingga dapat meningkatkan perekomian Aceh. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Syaiba Ibrahim dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/20/dubes-turki-merasa-sangat-dekat-dengan-aceh
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini