Tribunbarat.com, MEULABOH-Syech Masri dan anaknya Febri, Senin (19/6) siang, sekira pukul 11.30 WIB berhasil menangkap dua orang pria yang diduga sebagai pelaku begal, tepatnya di depan Mapolsek Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat di kawasan Suak Indrapuri.

Informasi yang diperoleh Serambi, dua pria yang belum diketahui identitasnya itu dihajar sang ayah ketika sang anak secara tidak sengaja mengenali dua pelaku yang kebetulan membegal anaknya, Minggu (18/6) malam, persisnya di belakang Kantor Pelayanan SIM Polres Aceh Barat di kawasan Suak Indrapuri, Meulaboh.

Menurut informasi, dua pelaku begal tersebut mengaku berasal dari Tangse, Pidie dan Panggong, Meulaboh.

Aksi heroik sang ayah itu timbul ketika keduanya pada Senin siang memang sedang mencari-cari siapa pelaku yang telah membegal sang anaknya, karena dituduh melakukan perbuatan tak senonoh dengan sang pacar ketika melintasi lokasi wisata Suak Indrapuri pada Minggu malam, sekira pukul 20.15 WIB.

Sang anak mengenali pelaku dan ketika didatangi keduanya sedang bekerja sebagai buruh kasar pada kompleks perumahan TNI, sehingga langsung dihajar oleh ayah dan anak tersebut.

Polisi dan warga yang melihat keributan langsung mendatangi lokasi kejadian, dan dua pelaku diamankan polisi di Mapolsek Johan Pahlawan.

Sejumlah awak media yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi kantor polisi, namun hingga berita ini ditulis polisi belum mengizinkan jurnalis mengambil gambar pelaku yang diduga sebagai begal tersebut.

Kepada wartawan, Syeh Masri mengatakan, sebelum kejadian ia bersama anaknya Febri kebetulan sedang mencari pelaku yang disebut-sebut telah melakukan penodongan terhadap sang anak bersama teman perempuannya ketika sedang melintas di kawasan wisata Pantai Suak Indrapuri.

Saat kejadian pada Minggu malam, anaknya dituduh oleh pelaku telah melakukan tindakan yang tak wajar, sehingga dihentikan oleh dua pelaku yang sehari-hari membuka usaha dagangan di lokasi ini.

Merasa tak melakukan perbuatan seperi yang dituduhkan, Febri mencoba melawan dan mengatakan bahwa ia tidak melakukannya, kecuali hanya kebetulan lewat dan akan kembali ke rumah.
Tetapi, pelaku bukannya melepaskan korban, malah mengancam korbannya dengan sebilah parang dan meminta supaya sepeda motor jenis Honda Beat yang dikemudikan oleh korban diserahkan kepada pelaku. Namun, korban enggan menyerahkannya, sehingga sempat terjadi tarik-menarik kendaraan dengan pelaku.

Untuk menyelamatkan diri, kata Syeh Masri, Febri hanya menyerahkan uang tunai sebesar Rp 350 ribu kepada pelaku, plus dua unit Hp jenis Xiaomi 3S, Blackberry Gemini, kartu ATM, serta satu buah tas milik teman perempuannya. “Kebetulan saat kami cari, anak saya kenal dengan pelaku dan langsung kami datangi,” kata Masri.

Ia berharap kedua pelaku dapat dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku, dan pihak kepolisian diminta mengusut kasus ini hingga tuntas.

Kapolsek Johan Pahlawan, Aceh Barat, AKP Ahli Yanaris yang ditanyai Serambi, kemarin siang mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan begal yang menimpa dua orang ABG di kawasan Pantai Wisata Suak Indrapuri, Meulaboh tersebut.

Kapolsek mengakui pihaknya telah mengamankan dua orang pelaku yang diduga telah melakukan tindak kejahatan, seperti yang dilaporkan oleh korban bernama Febri. “Masih kita minta keterangan, belum bisa saya berikan keterangan lebih lanjut,” katanya.

Ia juga belum bersedia memberikan akses bagi wartawan untuk mengambil gambar dua pelaku yang sebelumnya telah dihajar oleh ayah dan korban.

Sementara itu, Febri Monanda, warga Suak Indrapuri, Meulaboh kepada sejumlah wartawan mengatakan, aksi begal dan pemerasan terhadap sejumlah pengunjung Pantai Wisata Suak Indrapuri selama ini sering terjadi.

Kondisi itu,katanya, sangat meresahkan masyarakat setempat. “Pelakunya masih kami cari-cari dan belum pernah ketemu, mungkin dua orang yang ditangkap itu merekalah pelakunya,” katanya.

Ia mengaku lega setelah terungkapnya aksi begal yang selama ini kerap menimpa pengunjung di kawasan itu. Mereka berharap polisi dapat mengusut kasus ini hingga tuntas, dan menjerat pelaku dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kami tidak mau desa kami dikotori oleh ulah pendatang yang menyebabkan nama desa menjadi rusak,” kata Febri Monanda.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/06/20/ayah-anak-sigap-tangkap-begal?page=2
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini

Nina Tun said...

PROMO FREECHIP KETUPAT LEBARAN 2017

Dalam Memperingati Idul Fitri 1438 Hijriah,Kami Selaku POKERAYAM Agen Poker Terbesar Se-Indonesia mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, Untuk merayakan Hari Kemenangan ini kami selaku agen POKERAYAM akan mengadakan promo menarik dihari kemenangan demi keberuntungan member kami yang setia, Berikut Promo Ketupat Lebaran 2017 yang akan kami berikan :

1. Promo Freechip ketupat lebaran berlaku tgl 26 - 27 juni 2017
2. Bonus Freechip lebaran 50.000 untuk 100 userid.
3. Promo berlaku untuk member lama dan baru.
4. Untuk mendapatkan freechip minimum pernah melakukan deposit minimal Rp.50.000
5. Syarat melakukan Withdraw minimum melakukan Turn Over 1x bonus freechip yang diberikan.
6.Untuk informasi lebih lanjut hubungi customer service kami.

Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi dari anda semua, Semoga anda semua diberikan keberuntungan yang melimpah dan sukses selalu.
Dapatkan Freechip Ketupat Lebaran dan Rayakan Hari Kemenangan Bersama Kami.
POKERAYAM Mengucapkan Minal Aidin Walfa Izin Mohon Maaf Lahir Dan Batin.
Blogspot : pokerayampromolebaran.blogspot.com
LiveChat : https://goo.gl/5tD6ZL
BBM : D8E5205A