TRIBUNBARAT.COM – Asparagus merupakan sayuran yang cukup di sukai oleh masyarakat indonesia. Di Indonesia asparagus dibudidayakan di daerah dataran tinggi. Jarang sekali orang yang mengenal dengan sayuran ini. Karena asparagus di kenal untuk sayuran mahal yang cuma disiapkan direstoran atau hotel berbintang saja. Label produk asparagus atau milik usaha tani pada sasaran orang menengah ke atas, peluang usaha tentu sangat besar. Bila akhirnya berkwalitas, pasti juga dapat diekspor ke mancanegara. Anda tertarik untuk membudidayakannya?. Tersebut dibawah ini beberapa langkah yang dapat anda kerjakan.

Persiapan Bibit

Asparagus dapat menghasilkan anakan dengan cara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang datang dari tunas ataupun setek, dan dengan cara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit itu, bibit yang datang dari biji tambah baik.
Tanaman Asparagus

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara otomatis (Indirect seedling) lewat persemaian. Dalam pembibitan dengan biji ada 6 step, yakni :

    Persemaian

Siapkan temat persemaian serta media yang akan di butuhkan. Tempat yang baik untuk asparatus yaitu yang berdrainase baik, bukan hanya sisa tempat tanaman asparagus, tanahnya gembur, subur serta berpasir.

Buat bedengan pada media tanam, di beri pupuk basic serta Furadan 3G untuk hindari hama. Bedengan di buat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

    Perendaman benih

Kemudian siapkan benih asparagus yang akan di semaikan, di rendam dengan air dingin pada suhu 27ºC sepanjang 24-48 jam. Sepanjang perendaman, air ditukar 2 – 3 kali. Biji ynag mengambang pada waktu perendaman dibuang.

    Semai benih

Kemudian siapkan Benih asparagus yang akan disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2, 5 cm, tiap-tiap 1 lubang ditanam 1 biji. Diatas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam lalu disiram seperlunya.

    Perawatan persemaian

Pencegahan hama penyakit yang akan menyerang di lakukan saat mulai dari benih.

    Pemupukan

Ketika asparagus dipersemaian setiap 20 – 30 hari dikerjakan pemupukan susulan urea.

    Seleksi serta pencabutan benih

Kemudian Transplanting atau memindahkan bibit ke lahan pada umur 5-6 bulan. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam transplanting asparagus salah satunya bibit yang bakal dipindahkan yaitu bibit yang sehat ; bibit yang dicabut mesti selekasnya ditanam ; serta sebelum saat penanaman akar dipotong, disisakan 20 cm, serta pucuk tanaman dipangkas sampai tinggi tanaman cuma ± 20 cm.
Pemrosesan Tanah

Di sarankan sebelum di tanam, tempat yang bakal ditanami asparagus dibajak dalam serta rata. Di buat parit dengan kedalaman 15 – 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 – 50 cm serta jarak antar baris 1, 25 – 1, 5 m. Pada awal tanam tak dipakai pupuk kimia, namun memakai pupuk kandang.
Penanaman

Bibit yang sudah berumur 5-6 bulan kemudian di tanam, jika umur masih terlalu muda di sarankan tunggu sampai umurnya mencapai 5-6 bulan. Penanaman dikerjakan saat pagi hari seputar jam 9 atau pada sore hari seputar jam 4.
Pemeliharaan

Pemeliharaan Tanaman Asparagus :

    Pembumbunan

Apabila tanaman mulai bertunas, bisa dikerjakan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal semacam ini lantaran Asparagus tak suka pada genangan.

    Pemangkasan

Pemangkasan di lakukan pada saat indukan asparagus bertunas sampai 8 – 10 tunas, selebihnya dipangkas. Sesudah mendekati saat panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang. Pemangkasan juga dikerjakan pada cabang serta batang yang diserang hama atau penyakit.

    Pengairan serta drainase

Parit di genangi atau (di-Lêb) setinggi 1/2 dari tinggi parit, ditunggu sampai air meresap hingga atas, lalu bekas air dibuang. irigasi pada musim kemarau dikerjakan setiap 1 minggu sekali.

    Pemupukan susulan

Ketika pemupukan tidak hanya pupuk susulan secara umum, tetapi setiap tahun juga dikerjakan pemupukan berkala, yakni pemupukan berat seperti waktu pertama kali tanam. Pada waktu itu tak dikerjakan panen sepanjang 3 – 4 minggu (fase istirahat) serta dikerjakan seleksi induk. Pupuk susulan dikerjakan lewat cara bikin parit selama barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm lalu pupuk digabung serta ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan tiap-tiap bln., sedang pupuk kandang diberikan tiap-tiap 3 bln. sekali. Pupuk susulan keempat kembali lagi seperti pupuk I, dan sebagainya.

    Pengelolaan hama serta penyakit

Apabila tanaman mati atau terkena hama dan penyekit, solusinya membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering menyerang yaitu : ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang sepanjang periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedang penyakit yang menyerang dari kelompok jamur. Ingindalian hama serta penyakit dikerjakan dengan cara mekanik sepanjang serangan belum terlampau berat. Aplikasi pestisida dikerjakan bila serangan telah cukup berat. Pestisida yang dipakai yaitu pestisida organik (Daun Tembakau).

sumber: http://www.agrotani.com/budidaya-asparagus-yang-baik-dan-benar/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini