TRIBUNBARAT.COM - Dari sisi kesehatan, makanan adalah asupan yang menjadi penunjang energi dan juga kesehatan tubuh, maka dari itu makanan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang. Makanan punya peran yang luar biasa bagi tubuh dan karena itulah tidak sedikit orang justru berani berbuat nekad hanya demi mencari sesuap nasi, seperti yang dilakukan para kriminal mulai dari kelas bawah hingga kelas atas koruptor misalnya.

Makanan merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang, sayangnya disekitar kita ada sejumlah kalangan tertentu yang memanfaatkan posisi makanan dalam kebutuhan sehari-hari. Demi meraup keuntungan tidak sedikit pedagang yang nakal dengan mencampurkan makanan yang ia dagangkan dengan formalin dan boraks.

Apa sih formalin itu? Seperti apa bahayanya jika formalin masuk ke dalam tubuh?

Membedakan Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks oleh SegiEmpatFormalin sebenarnya merupakan senyawa organik yang terbentuk secara alami. Namun umumnya formalin dijadikan sebagai senyawa kimia untuk mengawetkan kayu, pembasmi serangga, zat pewarna, bahan pembuat kaca, pengawet kosmetik hingga pengawet mayat. Formalin memang merupakan senyawa kimia yang terbentuk dengan alami namun meski prosesnya alami formalin justru tidak diperbolehkan untuk dimasukkan ke dalam tubuh. Pasalnya, formalin bersifat senyawa negatif jika masuk ke dalam tubuh karena dapat menyebabkan iritasi pada pernapasan, radang tenggorokan, mimisan, batuk hingga merupakan zat pemicu kanker

Lalu, seperti apa boraks dan apa bahayanya bagi tubuh?

Membedakan Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks oleh SegiEmpatHampir sama seperti formalin, boraks merupakan campuran garam mineral dengan konsentrasi tinggi yang digunakan sebagai bahan pembersih, pengawet kayu, pengendali serangga khususnya kecoa hingga bahan pembuatan solder. Bisa disebut jika boraks merupakan bahan yang dipergunakan dalam industri dan jika boraks masuk ke dalam tubuh maka boraks bisa menjadi senyawa yang membahayakan tubuh. Borak dapat menyebabkan kerusak hati, ginjal, otak, menyebabkan gangguan pada pembentukan urin, mengganggu sistem saraf, dempresi, tekanan darah menurun, pingsan, koma hingga kematian.

Nah, itulah bahaya formalin dan boraks jika masuk ke dalam tubuh yang tentu membuat Anda tidak ingin mengkonsumsinya. Namun apa yang terjadi justru banyak makanan yang dengan sengaja di campurkan dengan formalin dan boraks. Menurut mereka yang melakukannya formalin dan boraks sangat membantu mereka untuk menekan kerugian. Pasalnya, makanan memiliki batas waktu untuk bisa dikonsumsi atau yang dikenal dengan isitlah basi. Dengan penggunaan boraks dan formalin mereka bisa membuat makanan yang mereka produksi jadi lebih awet sehingga mereka tidak harus mengeluarkan dana yang lebih untuk membeli bahan-bahan pada makanannya.

Memang penggunaan formalin dan boraks sangat populer di sebagian pedangang, namun karena memiliki efek yang berbahaya pada tubuh maka tentu penggunaan boraks dan formalin tidak diperbolehkan. Sayangnya sampai sekarang ini masih cukup banyak pedangang nakal yang tetap melakukannya demi menghindari kerugian dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Dari sisi kemanusiaan tindak tanduk para pedagang memang bisa terlihat wajar karena dalam dunia bisnis setiap orang pasti ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Tapi dari sisi kesehatan orang banyak perilaku mereka tentunya tidak diperbolehkan karena dapat merusak kesehatan hingga menyebabkan kematian.

Sebagai masyarakat awam kita tentu mengalami kendala tersendiri untuk menghadapi para pedagang nakal yang dengan sengaja mencampurkan boraks dan formalin pada makanan yang ia pedagangkan. Tapi bagaimanapun karena bahayanya sudah mencakup keselamatan kita sendiri kita harus pintar-pintar membedakan makanan yang mengandung formalin dan boraks dengan makanan yang aman untuk kita konsumsi.

Nah, menurut sejumlah pakar peneliti, sebenarnya untuk membedakan mana makanan berformalin dan makanan yang mengandung boraks atau tidak itu cukup mudah. Salah satu cara yang ampuh untuk membedakannya adalah dengan mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung boraks begitu pula dengan ciri-ciri makanan yang mengandung formalin atau tidak.
Ciri-Ciri Makanan Berformalin

Membedakan Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks oleh SegiEmpatSeperti yang disebut di atas formalin merupakan senyawa kimia yang berguna sebagai bawan pengawet, pembasmi serangga dan juga sebagai campuran pewarna tekstil. Nah, karena itu makanan yang dicampurkan dengan formalin punya ciri-ciri antara lain:

    Makanan tahan lama karena formalin yang bersifat mengawetkan dapat membunuh bakteri bahkan kuman
    Makanan tidak berbau busuk karena bakteri dan kuman yang menjadi penyebab bau busuk pada makanan dibasmi dengan baik oleh formalin
    Makanan tidak dihinggapi lalat atau serangga karena bau khas formalin dapat mengusir lalat dan membasmi serangga
    Makanan lebih kenyal yang menjadi efek pengawetan dari senyawa formalin
    Makanan berwarna lebih mencolok dan mengkilat

Pada mie, formalin sangat membantu membuat mie tidak mudah rusak, kenyal, tidak lengket dan tahan lama. Pada tahu formalin membuat tahu lebih keras, kenyal tapi teksturnya tidak padat dan pada bakso atau daging ayam formalin dapat membuat bakso kenyal, daging ayam terlihat kencang, tidak rusak meski disimpan dalam 2 hari dan saat dibelah warna di dalamnya terlihat merah tua mencolok.
Ciri-Ciri Makanan Mengandung Boraks

Boraks yang merupakan senyawa kimia memiliki kegunaan yang hampir sama dengan formalin yaitu sebagai bahan pengawet. Kekuatan boraks dalam pengawetan sebenarnya sudah dibuktikan pada gelas dan piring pyrex yang memang terkenal sangat kuat.

Seperti itulah kekuatan boraks dalam hal pengawetan, maka tak heran banyak pedagang nakal yang menggunakannya. Karena pada makanan boraks sangat dapat membuat makanan jauh lebih awet. Namun hal tersebut juga menjadi celah yang positif untuk kita karena makanan yang mengandung boraks tentu punya ciri atau tanda-tanda khusus, apa saja ciri-ciri makanan yang mengandung boraks?

    Makanan terasa kenyal
    Makanan berwarna lebih terang
    Makanan terasa pahit tapi gurih
    Makanan terasa lembut


Jika Anda mengkonsumsi bakso, mie, kerupuk, lontong atau daging coba Anda rasakan dengan baik, apakah makanan tersebut hampir sama dengan ciri-ciri di atas? Jika ya tentu Anda tahu apa yang harus Anda lakukan.

Nah, semoga informasi di atas bermanfaat, sehat selalu ya.

sumber: http://segiempat.com/tips-dan-cara/kesehatan/membedakan-makanan-yang-mengandung-formalin-dan-boraks/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini