TRIBUNBARAT.COM, LHOKSUKON - Tiga terdakwa peracik sabu di Desa Paloh Lada (Palda), Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dituntut 56 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Rabu (8/3).

Tiga pria yang menjadi terdakwa dalam kasus peracikan untuk memproduksi sabu di sebuah rumah kayu di Desa Palda tersebut masing-masing Muldani alias Dani (35) warga Banda Aceh, Edy Subhan alias Sidi (35) warga Palda, dan Muzakir alias Zakir alias Jack alias Hairul Anwar (34), napi kasus narkotika asal Lhoksukon.

Muldani dan Edy dituntut 36 tahun penjara (masing-masing 18 tahun) sedangkan Muzakir 20 tahun. Materi tuntutan dibacakan secara bergantian oleh JPU Muhammad Heriansyah SH dan Ivan Damarwulan SH. Sidang dipimpin Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota, Bob Rosman SH dan Fitriani SH. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukum, Abdul Aziz SH.

Sidang dengan agenda tuntutan jaksa tersebut sempat tertunda tiga pekan karena belum turun materi tuntutan. Materi tuntutan yang dibacakan JPU pada persidangan kemarin antara lain menyebutkan keterlibatan Edi dan Muldani yang menjenguk Muzakir di LP Lhokseumawe untuk belajar meracik sabu.

Edi dan Muldani, menurut JPU juga sering menghubungi Muzakir melalui video call untuk belajar tambahan cara meracik sabu-sabu tersebut, sehingga pembuatan barang terlarang itu hampir berhasil. Namun, jelang proses peracikan sabu itu sempurna, pada 13 Agustus 2016, tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat yang turun dari Jakarta menggerebek sebuah rumah kayu di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Palda, karena dijadikan sebagai pabrik pembuatan sabu-sabu.

BNN mengamankan Edi, pemilik rumah dan Muldani. Dua hari kemudian BNN kembali menjemput Muzakir di LP Lhokseumawe yang berperan sebagai pengajar. Atas perbuatannya, terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 129 Huruf b juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika. JPU meminta majelis untuk menghukum terdakwa sesuai dengan materi tuntutan.

Atas tuntutan itu, majelis hakim memberikan kesempatan kepada pengacara terdakwa untuk menyampaikan pembelaan. “Kami akan mengajukan pembelaan pada pekan mendatang, kami mohon waktu seminggu untuk menyusun materi pembelaan,” ujar Abdul Aziz. Sidang ditunda hingga Rabu 15 Maret 2017.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/03/09/tiga-peracik-sabu-dituntut-56-tahun
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini