Tribunbarat.com - Juru Bicara Partai Aceh, Suaidi Sulaiman atau yang akrab disapa Adi Laweung mengatakan, bahwa partainya menyikapi hasil Quick Count yang dikeluarkan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh merupakan bahagian dari hal yang sangat sensitif dalam menunggu hasil perhitungan dan rekapitulasi suara secara resmi oleh Komisi Idependen Pemilihan (KIP) Aceh.
“Seharusnya Himpunan Mahasiswa Statistika Unsyiah (Himasta Unsyiah), tidak merilis hasil Quick Count Pilkada Aceh secara terbuka di media massa, Partai Aceh dan Tim Pemenangan Pusat pasangan H.Muzakir Manaf-H.TA.Khalid pada prinsipnya sangat menghargai semua riset, analisis dan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa di semua universitas yang ada di Aceh,” ujarnya kepada Salah satu Media.

Namun menurutnya, tidaklah terhadap hal-hal yang sensitif dan dapat menimbulkan gejolak politik yang luas di kalangan masyarakat, sebaiknya semua pembelajaran di kampus dibedah dan disiarkan di dalam ruangan kuliah atau dikampus saja secara terbatas, guna menghindari dampak yang lebih luas dan mengingat pemahaman masyarakat terhadap informasi yang tersedia bisa sangat berbeda-beda.

Sementara para kandidat juga membuat Quick Count tersendiri dan ini merupakan tanggung jawab politik dari masing-masing kandidat yang ada sebagai peserta pemilukada yang resmi.
“Sebaiknya Lembaga survey yang tidak terakreditasi dan tidak terdaftar jika melakukan survey lebih untuk kepentingan kedalam bukan untuk dipublikasikan secara luas, demikian siaran pers ini diperbuat guna penjelasan lebih lanjut kepada seluruh masyarakat Aceh secara keseluruhan,” lanjutnya.

Adi Laweung mengajak seluruh komponen, “mari semua kita menunggu hasil pengumuman KIP Aceh sebagaimana telah diatur dalam aturan dan perundang-undangan yang berlaku, yaitu melalui proses pleno,” tutup dia.

Sumber: https://klikkabar.com/2017/02/17/tanggapan-partai-aceh-terhadap-quick-count-mahasiswa-unsyiah/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini