TRIBUNBARAT.COM - BLANGKEJEREN - Bripka Dedi Suhendra (38), oknum polisi yang diduga berupaya menyekap seorang mahasiswi di rumah abang iparnya Kamis (2/2) lalu, selain terancam dipecat dari tugasnya, juga dinyatakan positif narkoba. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan tes urine terhadap anggota Satuan Shabara Polres Gayo Lues (Galus) itu di mapolres setempat, Sabtu (4/2).

Namun, hingga tadi malam motif tersangka menyekap mahasiswi bernama Sri Ayu Azhari (19) di Dusun Logon Sesik, Kampung Jawa, Blangkejeren itu belum diketahui secara pasti. Diduga dia sekap untuk melakukan upaya pencabulan.

Tapi meski sudah diperiksa intensif di mapolres tersebut, tersangka lebih banyak diam. Karena ia tak mau menjawab pertanyaan penyidik, sehingga belum diperoleh kapastian apa tujuannya menyekap mahasiswi tersebut.

Kapolres Galus, AKBP Bhakti Eri N, kepada Serambi kemarin mengatakan, motif tersangka menyekap mahasiswi tersebut belum diketahui karena oknum anggota Satuan Shabara itu tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan.

“Oknum anggota Shabara itu tidak mengakui semua perbuatannya. Bahkan ia beralasan tidak ada tujuan untuk melakukan penyekapan, apalagi pencabulan terhadap korban. Dia hanya mengaku salah dan silap,” sebut Kapolres Galus.

Kapolres menambahkan bahwa tersangka penyekap mahasiswi itu juga positif menggunakan narkoba berdasarkan tes urine yang dilakukan dua hari lalu. “Sehingga oknum tersebut harus diproses hukum sebagaimana mestinya. Selain terancam dipecat dari satuan, ia juga dijerat hukuman pidana karena positif narkoba,” terang Kapolres Galus.

Menurut Kapolres, Bripka Dedi Suhendra juga memiliki catatan buruk dan sudah pernah tersandung kasus hukum sebelumnya, yakni terlibat narkoba, bahkan sudah diusulkan untuk dipindah. Namun, saat kasus ini belum tuntas, oknum tersebut kembali membuat kesalahan fatal.

“Tindakannya jelas merusak citra Polri. Maka, selain akan dipecat dengan tidak hormat dari satuan anggota polisi, tersangka juga akan dijerat sanksi pidana,” tegas Kapolres Galus.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bripka Dedi Suhendra asal Medan, Sumatera Utara, menjadi tersangka dalam kasus melakukan upaya menyekapan terhadap Sri Ayu Azhari (19) di Dusun Logon Sesik, Kampung Jawa Blangkejeren, Kamis (2/2) lalu.

Saat itu tersangka berupaya menyekap korban di rumah abang iparnya, Saleh (37) yang berstatus PNS. Karena perbuatannya dipergoki warga, tersangka bahkan sempat ditikam warga saat berupa melarikan diri setelah sempat diamuk massa.

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/02/06/oknum-polisi-penyekap-mahasiswi-positif-narkoba
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini