Petugas Kebersihan RSU di Meulaboh Lapor DPRK karena minim upah yang diterima

TRIBUNBARAT.COM, MEULABOH - Sejumlah petugas kebersihan Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat. Kedatangan mereka ke DPRK menyampaikan aspirasi terkait upah tak layak yang diterima mereka selama bekerja di rumah sakit itu.

Di hadapan anggota Komisi C dan D DPRK Aceh Barat mereka menyampaikan tentang hak- hak mereka yang selama ini diabaikan seperti upah yang diterima tidak sesuai dengan upah minimum regional (UMR).

Menurutnya selama ini mereka bekerja mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga pukul 16.00 WIB, namun jika dihitung dari penghasilan sangat tidak layak hanya sekitar Rp32.500 per hari.

“Upah kami selama ini pak tidak sesuai dengan UMR, hanya dibayar satu juta per bulan selama bekerja di rumah sakit itu bertahun- tahun,” kata Asdiana Bakar, salah satu petugas kebersihan di RSU CND itu, Rabu (3/1/2017).

Bukan hanya itu, selama menjadi petugas kebersihan tersebut, kata Asdiana, mereka selaku buruh harian lepas (BHL) selama ini juga tidak didaftarkan dalam tanggungan asuransi ketenagakerjaan oleh pihak pengelola ketiga atau kontraktor yang mengurusi terkait tenaga kebersihan rumah sakit.

Atas dasar itu, harapnya pihak DPRK dan rumah sakit bertanggung jawab atas masalah yang mereka terima itu.

“Untuk itu pak kami harap kepada bapak DPR dan pihak rumah sakit untuk memperhatikan hak kami ini, sehingga kami mendapat upah layak sesuai UMR,” sebutnya.

Menanggapi masalah tersebut Sekretaris RSU CND Meulaboh, Juliandi, yang hadir dalam pertemuan di ruang komisi C itu mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara detail terkait persoalan kontrak kerja antara petugas kebersihan rumah sakit itu dengan kontraktor selaku unit pelaksana kebersihan rumah sakit tersebut.

“Kami tidak terlibat langsung dalam penetapan upah pekerja cleaning service, karena kontrak kami dengan mereka merupakan pagu besar,” kata Juliandi.

Menurutnya dalam kontrak dengan nilai Rp600 juta rupiah antara pihak rumah sakit dengan kontraktor pelaksana kebersiahan rumah sakit yang disebutkan dalam kontrak tersebut. Hal itu seperti tanggung jawab dalam menjaga kebersihan sesuai dengan luas area yang ditetapkan serta area-area yang telah ditentukan, serta berkaitan dengan alat habis pakai yang menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

Dikatannya lagi, jika selama ini mereka juga tidak pernah mengetahui tentang teknis dan kontrak kerja antara para petugas kebersihan tersebut dengan kontraktor pelaksana selaku penanggung jawab dalam merekrut dan mempekerjakan mereka.
 
SUMBER: https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/01/03/upah-kurang-petugas-kebersihan-rsu-di-meulaboh-lapor-dprk#sthash.uhMGdUhG.dpuf
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini