Tribunbarat.com - Para eks kombatan GAM Wilayah Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan aliran dana Rp 650 miliar yang disebut-sebut digelontorkan untuk eks kombatan GAM pada 2013. “Selaku eks kombatan saya mempertanyakan aliran dana itu kemana dikucurkan? Karena kami merasa malu saat berjumpa dengan masyarakat, seolah-olah uang itu ada kami nikmati,” kata mantan Penghubung GAM Wilayah 013 Blangpidie Tgk Leisa kepada wartawan dalam konferensi pers, Kamis (26/1) di Blangpidie.

Selain itu, Tgk Leisa juga meminta kepolisian mengusut tuntas para penerima aliran dana tersebut, karena pada tahun 2013 lalu pihaknya juga pernah mengusulkan proposal ke Pemerintah Aceh untuk meminta modal usaha seperti ayam petelur dan boat 40 GT, namun hingga tahun 2017 belum menerima bantuan tersebut.

“Jadi, hampir seluruh sago (desa) di Abdya mengurus proposal itu ke kantor gubernur, proposal itu berisi meminta bantuan modal usaha sebesar Rp 100 juta, jangan-jangan proposal yang kami usulkan itu sudah dipakai untuk mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tgk Leisa menyayangkan sikap oknum tertentu yang membawa nama para kombatan untuk kepentingan pribadi, karena dana tersebut khususnya di Abdya tidak pernah dinikmati para eks kombatan. “Kami meminta kasus ini harus diusut secara tuntas dan terbuka, sehingga masyarakat tahu siapa para ‘pencuri’ dan memakan uang itu, siapapun dia, harus ditangkap, karena masih banyak eks kombatan GAM hidup dalam keadaan miskin.” tegasnya

Sumber:http://aceh.tribunnews.com/2017/01/27/eks-gam-blangpidie-mengaku-tak-terima-dana-rp-650-m
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini