TRIBUNBARAT.COM - Produk hasil olahan minyak dan gas bumi penggunaanya makin meningkat tiap tahunnya, khususnya dalam bentuk bahan bakar (untuk kendaraan, industri dan rumah tangga). Padahal, dari tahap pencarian hingga migas (minyak dan gas bumi) tersebut dapat diproduksi dapat dikatakan cukup berat, dalam prosesnya terdapat beberapa syarat-syarat teknis yang perlu diperhatikan. Hal ini lah yang penulis akan ulas sehingga sobat sekalian dapat memahami atau setidaknya memiliki gambaran seputar tahap-tahap produksi migas.

Letak cadangan minyak dan gas bumi di bawah lapisan tanah.

Sahabat migas, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pencarian migas merupakan salah satu pekerjaan yang bisa dikatakan cukup sulit. Serangkaian kegiatan dilakukan pada proses ini, tujuannya tidak lain yakni untuk memastikan adanya minyak dan gas di bawah lapisan tanah. Untuk memastikan ada tidaknya migas pada area yang diyakini maka satu-satunya cara pembuktian ialah dengan melakukan pengeboran explorasi (sering juga disebut pengeboran pembuktian). Namun, sebelum dilakukan pengeboran perlu dilakukan perimbangan terlebih dahulu, terutama dari segi anggaran. Tingginya biaya yang diperlukan menyebabkan tahap pembuktian ini tidak dapat dilakukan dengan sembarangan.

Para insinyur perminyakan yang bekerja sama dengan ahli geologist dan geophysicist awalnya akan melakukan studi dengan tujuan mempersempit area pencarian. Umumnya, mereka akan melakukan pemetaan wilayah di bawah permukaan tanah (pemetaan lapisan tanah) dimana cadangan migas tersebut diyakini berada. Dalam ilmu perminyakan, persyaratan teknis terbentuknya migas disebut dengan petroleum system.

Lantas, apa saja syarat yang diperlukan dalam petroleum system? Hingga saat ini terdapat 5 syarat teknis terbentuknya sistem hidrokarbon di bawah lapisan tanah, pertama yakni adanya batuan induk (source rock), jalur migrasi, batuan reservoir (reservoir rock), jebakan (trap) dan adanya batuan [enutup (cap rock). 5 persyaratan teknis tadi menjadi tolak ukur sebelum disimpulkan bahwa area tertentu mengandung cadangan hidrokarbon.

Agar Anda dapat lebih memahami penjelasan mengenai kelima syarat teknis penemuan minyak bumi di atas, berikut penjelasannya masing-masing:
  1. Batuan induk merupakan jenis batuan sedimen (sering juga disebut batuan lunak) yang mengandung material-material organik. Batuan inilah yang kemudian akan berubah menjadi minyak maupun gas bumi.
  2. Jalur migrasi (migration path) adalah proses migrasi/berpindahnya minyak dan gas yang telah/mulai terbentuk pada batuan induk ke lapisan batuan reservoir.
  3. Batuan reservoir ialah jenis batuan berpori dimana pada pori-porinya dapat menampung minyak dan gas bumi di dalamnya.
  4. Jebakan hidrokarbon ialah suatu kondisi lapisan tanah yang memungkinkan hidrokarbon terjebak di dalamnya.
  5. Sementara batuan penutup adalah batuan kedap (impermeable) yang tidak dapat dilalui hidrokarbon sehingga menyebabkan hidrokarbon tersebut tidak dapat merembes ke lapisan lain sehingga tetap berada pada batuan reservoir. Selanjutnya batuan inilah yang akan dikelola oleh manusia dan menjadi sumur migas produksi.

Kelima elemen di atas merupakan syarat penting terbentuknya minyak serta gas bumi, dan menjadi tolak ukur ketika dilakukan pencarian cadangan migas. Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya demikian, apakah setelah ditemukannya kelima syarat di atas maka telah dapat dipastikan wilayah tertentu di dalamnya mengandung minyak dan gas? Jawabannya jelas tidak. Walaupun 5 syarat di atas telah ditemukan namun masih diperlukan tindakan pembuktian yaitu dengan melakukan pengeboran eksploirasi seperti yang telah dijelaskan pada paragrap kedua di atas.

Bagimana? Apakah Anda telah paham mengenai 5 syarat teknis penemuan minyak bumi, saya harap demikian. Sekian ulasan kali ini, semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda seputar ilmu perminyakan. Silahkan baca juga artikel-artikel berkaitan lainnya.

SUMBER : http://www.prosesindustri.com/2016/07/5-syarat-teknis-pencarian-minyak-dan-gas-bumi.html
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini