Konflik mulai terjadi, Korban Gempa Protes Hasil Verifikasi

TRIBUNBARAT.COM - MEUREUDU - Belasan keluarga yang rumahnya rusak parah akibat gempa di Gampong Paru Keudee, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Selasa (17/1), memprotes hasil verifikasi oleh tim yang dibentuk Pemkab setempat. Karena menurut mereka, dari 111 penerima bantuan yang di-SK kan ternyata banyak yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Mereka juga mengkritik pernyataan Wakil Bupati Pidie Jaya H Said Mulyadi yang bersikeras bahwa data verifikasi yang kemudian di-SK kan itu sudah akurat. Sehingga dalam pemberitaan sebelumnya, ia pun membantah adanya perlakuan diskriminatif dari pihak yang melakukan verifikasi.

Kemarin, tiga korban gempa di Gampong Paru Keudee, yakni Basri, Aiyub, dan A Wahab Usman, kepada Serambi mengatakan bahwa penetapan 111 penerima bantuan dana rehab rumah di gampong ini telah mengabaikan belasan korban gempa lainnya yang rumahnya rusak parah.

“Belasan korban yang rumahnya mengalami rusak berat seperti di Dusun Simpang, justru tidak masuk dalam SK penerima dana rehab rumah. Padahal kondisi rumah mereka rusak parah,” ujar A Wahab.

Belasan korban gempa itu, kini tidak berani menempati rumah mereka karena dinding dan atapnya rawan ambruk. Apalagi, gempa susulan masih terus terjadi.

Mereka terpaksa menempati tenda-tenda darurat di depan rumah masing-masing. “Tim verifikasi tidak mendatangi seluruh rumah yang rusak untuk dinilai, sehingga banyak rumah yang luput dari pendataan. Jika persoalan ini dibiarkan tanpa ada verifikasi ulang, maka bisa menimbulkan konflik antarmasyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Pidie Jaya (Pijay), H Said Mulyadi MSi selaku Satgas Bencana, Selasa (17/1) mengatakan, pendataan terhadap rumah rusak akibat gempa di Gampong Paru Keudee, Bandarbaru, belum final dan patut ditinjau ulang oleh tim verifikasi.

“Hal ini dikarenakan pendataan belum tuntas secara keseluruhan. Sehingga masih ada waktu untuk memperbaikinya, sesuai dengan fakta sebenarnya,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan perbaikan data lewat penjaringan informasi dari keuchik (kepala desa) yang diusulkan kepada kecamatan. “Sepanjang adanya keluhan warga, tim segera menindaklanjuti untuk diverifiksi ulang,” tukasnya.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/01/18/korban-gempa-protes-hasil-verifikasi
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini