BLANGPIDIE- Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya (Disdik Abdya) memastikan data seluruh guru kontrak, bakti (bantu), tenaga tata usaha (TU) termasuk Satpam, penjaga sekolah dan kepala asrama yang mengabdi di jenjang pendidikan SMA dan SMK di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berjumlah 381 orang, sudah dikirim ke Dinas Pendidikan Aceh.

“Kami pastikan bahwa data dari semua guru kontrak dan tenaga TU kontrak yang ada SK Bupati, sudah dikirim oleh Disdik, sementara data guru bakti (bantu) atas kebijakan kepala sekolah dikirim oleh masing-masing kepala sekolah ke Disdik Aceh,” kata Kepala Disdik Abdya, Drs Yusnaidi MPd menjawab Serambi, Jumat (20/1) kemarin.

Penjelasan tersebut menanggapi pernyataan Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Provinsi Aceh yang meminta kepastikan kepada Disdik Abdya apakah sebelum pengalihan aset SMA dan SMK ke provinsi pada akhir OKtober tahun lalu, pihak Disdik Abdya sudah mengirim data jumlah guru kontrak dan tenaga adminsitrasi sekolah ke Disdik Provinsi Aceh.

“Kalau data tersebut sudah dikirim, maka dapat dipatikan guru kontrak di Abdya sudah masuk dalam data kelompok guru kontrak dan tenaga adminsitrasi yang dikontrak dari seluruh kabupaten/kota berjumlah 11.546 orang. Tetapi, bila belum diajukan, barang kali menjadi persoalan,” kata Sayuthi Aulia seperti dilansir Serambi Jumat (20/1).

Kepala Disdik Abdya Yusnaidi menjelaskan, data yang telah dikirim sebanyak 381 orang terdiri atas guru kontrak/bakti/bantu, tenaga TU kontrak/bakti, penjaga sekolah kontrak/bakti, Satpam bakti/Bantu serta kepala asrama bakti/bantu yang mengabdi di seluruh SMA dan AMK di Kabupaten Abdya.

Soal sebagian data yang dikirim oleh kepala sekolah, Yusnaidi menjelaskan, di sekolah SMA dan SMK ada guru bantu/bakti atau tenaga honor lepas yang direkrut berdasarkan kebijakan kepala sekolah. “Data tentang guru honor lepas tersebut hanya diketahui oleh mamsing-masing kepala sekolah. Sedangkan Disdik hanya memiliki data guru kontrak yang SK-nya diteken bupati, termasuk tenaga TU kontrak,” ujar Yusnaidi.

Dia mengatakan adalah wajar penilaian tidak jelas nasib guru kontrak pascapengalihan penyelenggaraan pendidikan SMA dan SMK dari kabupaten ke provinsi sejak akhir Oktober tahun lalu. Tetapi harus dipahami, katanya, persoalan ini bukan saja dialami guru kontrak di Kabupaten Abdya, melainkan seluruh kabupaten, malah ada kabupaten yang jumlah guru kontrak mencapai ribuan orang.

Yusnaidi juga mengatakan untuk memperjelas status guru kontrak, termasuk tenaga TU kontrak, pihaknya bersama Disdik dari kabupaten/kota yang lain sudah melakukan rapat dengan Disdik Aceh untuk membahas solusinya. “Kami akan dipanggil untuk rapat lanjutan di provinsi. Persoalan guru kontrak di SMA dan SMK di Aceh sudah sampai ke Kementerian Pendidikan di Jakarta,” katanya.

Tentang informasi yang disampaikan Ketua Koban-GB Aceh Sayuthi Aulia bahwa Pemerintah Aceh sudah sepakat membayar honor tenaga guru kontrak SMA dan SMK di kabupaten/kota yang jumlahnya belasan ribu orang berdasarkan jumlah jam mengajar (berbasis kinerja), Yusnaidi mengatakan hal itu merupakan salah satu solusi yang baik. “Kalau informasi itu benar adanya, merupakan salah satu solusi yang baik,” katanya.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/01/21/disdik-data-guru-kontrak-sudah-dikirim-ke-provinsi
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini