Apa Karya: "Meulimeung pi " Tidak diberikan Dana seperti yang dikata Abu Doto apalagi Rp. 650 Milyar

Tribunbarat.com - Mantan menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman mengaku tak pernah diberitahukan tentang pemberian dana Rp 650 miliar itu untuk pemberdayaan ekonomi para mantan kombatan GAM oleh Gubernur Aceh nonaktif, Zaini Abdullah.

“Lon hana dibie, meu dipeugah pih tan/Saya tak diberi, dikasih tahu pun tidak,” ungkap pria yang kerap disapa Apa Karya ini menjawab Serambi di Banda Aceh, Kamis (12/1).

Calon gubernur Aceh itu dikonfirmasi ulang terkait pertanyaannya tentang keberadaan dana untuk GAM sebesar Rp 650 miliar dalam debat pasangan calon gubernur Aceh tahap II yang dilaksanakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Rabu (11/1) malam.

Nada suara Apa Karya meninggi saat Serambi menanyakan kembali apa benar ia tidak menerima kucuran uang tersebut. “Demi Allah, wallah, tallah, meusiringget tan lon teurimong (Satu ringgit pun saya tidak terima). Kalau saya terima, nggak mungkinlah saya menanyakan itu dalam debat di depan orang ramai,” ujarnya berlogika.

Sejenak ia menarik napas, lalu melanjutkan kalimatnya. “Meuseu lam debat nyan tapeugah, ilon hana begini, hana begitu. Haap dibeudoh si jeh, Apa Karya iem, idroen na syit bagian uroe jeh. Meunyo nyan dikheun dikeu ureung rame, peu haba? Ho tameujak? Man kon ka lon peugah, meunyo tapeugot gob, droe teuh beugleh dilee. (Jika dalam debat itu saya berkata, saya tidak begini, tidak begitu. Lalu ada yang bangun dan bicara, Apa Karya silakan diam, Anda juga pernah menerima bagian. Apa jadinya kalau itu disampaikan di depan orang ramai? Makanya saya bilang, kalau mau memperbaiki orang lain, bersihkan dulu diri kita).”

Ditanya kenapa mengangkat isu ini dalam debat kandidat, Apa Karya mengatakan, keberadaan dana itu perlu diperjelas agar tidak menimbulkan fitnah berkepanjangan di kalangan mantan kombatan GAM dan korban konflik.

Menurutnya, selama ini banyak eks kombatan yang mempersoalkan keberadaan dana itu kepada dirinya, selaku mantan menteri pertahanan GAM. “Kombatan GAM demikian sengsara, Rp 650 miliar kalau dibagi rata untuk 30 ribu orang mantan kombatan GAM, maka mendapat lebih Rp 20 juta per orang. Jadi, saya perlu pertanyakan, ke mana uang itu dipergunakan? Saya dapat informasi banyak yang terima uang itu bukan GAM, padahal uang itu diberikan untuk kesejahteraan mantan kombatan GAM,” ujarnya.

Apa Karya mengaku pertanyaan itu keluar spontan setelah sebelumnya ia mendapatkan pertanyaan dari cagub nomor urut 6, Irwandi Yusuf. “Jangan sampai ada tuduhan bahwa Apa Karya ikut menikmati dana tersebut. Jadi, pas kali ada pertanyaan Irwandi tentang janji 1 juta rupiah per KK, maka saya tanyakan soal dana Rp 650 miliar itu kepada Doto (Zaini Abdullah). Saya sebagai mantan menteri pertahanan GAM sangat berhak tahu tentang penggunaan dana itu,” ungkap Apa Karya.

Minta usut
Sementara itu, Gubernur Aceh nonaktif, dr Zaini Abdullah meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan penyelewengan dana pemberdayaan ekonomi bagi mantan kombatan GAM senilai Rp 650 miliar. Zaini menyebut, anggaran sebesar itu dialokasikan dalam APBA 2013 dalam bentuk sejumlah program dan kegiatan.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/01/13/apa-karya-seringgit-pun-saya-tak-terima
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini