100 Brimob Sudah Mulai Dikirim ke Galus

TRIBUNBARAT.COM - BLANGKEJEREN - Sebanyak 100 personel Brimob atau 1 SSK Polda Kepulauan Riau (Kepri) dikirim ke Kabupaten Gayo Lues (Galus). Mereka akan dijemput oleh sejumlah perwira dan personel Polres Galus di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara untuk selanjutnya dibawa ke Blangkejeren dengan 17 mobil Toyota Innova.

Mereka akan ikut memperkuat pengamanan Pilkada serentak 15 Februari 2017, sekaligus mencegah hal-hal yang tak diinginkan selama masa kampanye, pencoblosan, hingga penghitungan suara. Pemkab Galus tidak menginginkan insiden Pilkada 2012 tidak terulang lagi, seperti pembakaran kantor camat sampai KIP.

Anggota Brimob asal Kepri ini akan bertugas selama dua bulan dan penjemputan di Bandara Kualanamu dipimpin oleh Kabag Ops Polres Galus. Kapolres Galus, AKBP Bhakti Eri N, melalui Kabag Ops, AKP Haris Kurniawan, kepada Serambi, Selasa (17/1) mengatakan pihaknya mendapat tambahan personel Brimob untuk pengamanan Pilkada 2017.

“Tim penjemputan akan bertolak dari Blangkejeren ke Medan pada Rabu (18/1) pagi dengan membawa 17 unit mobil penumpang jenis Kijang Innova,” ujarnya. Dia menyatakan anggota Brimob tersebut akan tiba dan mulai bertuga di Galus pada 20 Februari 2017.

Dia menjelaskan, keberadaan anggota Brimob asal Kepri itu akan membantu untuk pengamanan Pilkada. Disebutkan, Brimob Subden 4 Peparik Galus yang terdiri dari 74 personel direncanakan akan ditempatkan di Kantor KIP Galus. Haris berharap, kisruh Pilkada 2012 lalu tidak terulang lagi pada Pilkada 2017 ini.

Dikatakan, pada kisruh Pilkda lalu, yang menjadi korban dan dirugikan adalah masyarakat banyak. Sehingga sangat diharapkan, agar masyarakat bersama-sama untuk menjaga keamanan dalam mensuksekan Pilkada 15 Febuari mendatang.

Seperti dilansir sebelumnya, pada Pilkada 2012, ribuan massa dari dua pasangan cabup/cawabup Gayo Lues (Galus) yang tidak puas atas tingginya perolehan suara pasangan Ibnu Hasim/Adam, Rabu (11/4/2012) sekira pukul 15.00 WIB membakar kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP). Mereka kemudian membakar lima kantor camat, termasuk sebuah mobil dinas camat.

Massa yang bertindak anarkis itu merupakan para pendukung pasangan cabup/cawabup Irmawan/Yudi Candra dan massa pendukung Karim Cukup/Nurhayati Sahali yang berunjuk rasa sejak Selasa (10/4/2012) siang. Pada Selasa itu mereka membakar sebuah mobil operasional KIP setempat, lalu menduduki kantor KIP.

Massa yang sama membakar pula kantor KIP Galus. Menjelang sore mereka mulai membakar Kantor Camat Blangkejeren bersama sebuah mobil dinas camat, Kantor Camat Dabun Gelang, Kantor Camat Blangpegayon, Kantor Camat Pantan Cuaca, dan Kantor Camat Rikit Gaib.

Selain itu, Polres Galus menangani 246 perkara sepanjang 2016 lalu dan kasus lakalantas mendominasi dibandingkan perkara lainnya. Untuk kasus lakalantas, sebagian besar diselesaikan di Polsek, lainnya sampai ke pengadilan.

Dilaporkan, di Polsek Blangkejeren sebanyak 63 kasus, disusul Polsek Kutapanjang, Blangjerango 23 perkara. Kabag Ops Polres Galus, AKP Haris Gunawan, mengatakan sepanjang 2016, penanganan kasus atau crime total (CT) 246 perkara.

Dari jumlah itu, yang berhasil dituntaskan atau crime clearence (CC) sebanyak 122 perkara dan tunggakan polisi atau belum diselesaikan sebanyak 124 kasus. Disebutkan, 39 kasus tahap sidik, 85 kasus tahap lidik dan 66 kasus P21, serta 56 kasus SP3.

Kasus yang ditangani polisi yakni lakalantas, disusul narkoba dan pencurian serta curanmor. “Jumlah kasus yang ditangani Polres sesuai Satker dan Polsek sepanjang 2016 yakni 246 kasus dan dituntas 122 kasis, sehingga tunggakan 124 kasus,” demikian Kabag Ops Polres Galus.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/01/18/100-brimob-dikirim-ke-galus
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini