Tribunbarat.com - Selama masa darurat Kebencaaan ini Banyak warga dan organisasi masyarakat yang menyumbang makanan dan bahan pokok, tetapi hampir tidak ada yang memikirkan kotorannya dibuang dimana. 

Dalam Pantauan Tribunbarat.com hal-hal yang tidak nampak luput dari perhatian masyarakat luar bagi warga yang selamat dari gempa Pijay.

Yayasan Permata Atjeh Peduli yang di dukung oleh Caritas Germany Melihat hal ini sangat penting untuk dipikirkan, karena kalau sanitasi tidak diperhatikan, pasti lambat laun akan menimbulkan bencana lainnya, seperti diare, gatal gatal dan dan lingkungan tidak sehat.

untuk hal ini YPAP bersama Caritas Germany telah membangun dengan cepat 9 unit Toilet Sementara di 4 titik pengungsian. yaitu di Meunasah Jurong kec. Meurah Dua 2 unit toilet, desa Mee Pangwa posko II kecamatan Trienggadeng 2 unit, Posko KEude Panteraja 3 unit dan posko pengungsian Keude Paru darussadah 2 unit. pembangunan toilet sementara ini dilengkapi dengan penyuluran dan tempat penyimpanan air untuk cuci mandi dan sanitasi warga penggungsian selama masa darurat.

Chaidir sebagai Leader dari Emergency Response Team Yayasan Permata Atjeh Peduli menyebutkan bahwa ini sudah menjadi kewajiban kami untuk peduli terhadap keadaaan masyarakat Penyintas Gempa Pijay. tidak lupa kita berterima kasih kepada Kepala Kantor Caritas Germany Indonesia bapak Cipto Leksono yang merespon cepat permintaan YPAP untuk membantu Penyintas Gempa Pidie Jaya.

Fadhli Djailani sebagai Field Coordinator YPAP yang bertangungjawab dalam Emergency Response Team mengatakan berdasarkan hasil Assessment team penjangkau, masih banyak titik titik pengungsian  lainnya yang berjumlah 90an titik besar dan kecil pengungsian, hampir 80% tidak mencukupi kebutuhan Sanitasi. jadi harapan kami bisa pemerintah setempat perlu untuk memperhatikan hal ini, menurut hasil pengawamatan lapangan langusng team YPAP yang membantu Sanitasi yang sudah membangun hanya Team YPAP dan Caritas di 4 titik dan tadi pagi (hari rabu 14 des 2016) Kementrian PU sudah mulai mendistribusikan toilet fiber dan poli tank dibeberapa titik pengungsian, tetapi hanya masih sebatas distribusi, belum instalasi.

semakin lama pembiaran tanpa sanitasi, semakin memperarah kondisi para pengungsi, begitu cetus Fadhli Djailani asal kabupaten Bireuen.

ini salah satu bukti yang di foto kontributor Tribunbarat.com di tempat pengungsian pante raja trienggadeng kab pijay. kalau malam tua, muda, semua buang kotoran di belakang amperan toko rubuh dekat dekat rawa rawa, baunya pun sangat menyengat.

https://www.facebook.com/100007095886685/videos/1829525580627287/ 

Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini