Tribunbarat.com - Tak ada yang mengharapkan Bencana, kalau disuruh memmilih diantara kita Pasti Tidak ada seorang pun yang memilih terjadinya bencana Gempa dan juga tsunami,semua umat manusia pasti berharap yang terbaik.

Namun jika allah berkehendak apa yang tidak mungkin,hal yang mustahilpun bisa jadi kenyataan.

Pernahkah anda dulu mendengar tsunami,sebelum bencana alam ini menimpa nanggroe aceh serambi mekkah.?

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya apa itu tsunami.

Dan mungkin baru kita tau setelah musibah besar 2004 silam melanda aceh,yaitu tsunami aceh.

Jika kita pikir dengan logika kita, ngak mungkin air laut bisa naik kedarat,mungkin di atara anda pernah perfikir demikian,sebelum tsunami itu melanda bumi serambi mekkah.jika iy,kita sama.

Namun ada hal menarik yang bisa kita pelajari dari hewan-hewan,mengenai tanda-tanda bencana alam.

Kita bisa melihatnya Dari tingkah hewan-hewan yang ada di sekitar kita.

Cukup hebat memang insting hewan-hewan,mereka bisa menganalisa apa yang akan terjadi.kita sebagai manusia harus peka dengan tingkah aneh dari hewan-hewan tersebut.

Secara tidak langsung hewan ini memberi sinyal kepada manusia,bahwa akan terjadi sesuatu di sekitar kita.

Untuk mengantisipasi terhadap sebuah bencana adalah sangat penting, karena akibat dari suatu bencana bisa bermacam-macam, dari kerugian yang kecil hingga terjadinya kerusakan yang sangat besar dan memakan banyak korban jiwa.

Dan petunjuk yang masih cukup banyak digunakan untuk meramalkan terjadinya bencana, dengan cara mengamati tanda-tanda alam.

kita di Indonesia berada diatas area Cincin Api Pasifik, dimana rawan akan terjadinya gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Dan pastinyakita juga pernah mengetahui tentang adanya himbauan untuk melihat tanda-tanda alam yang menunjukkan akan datangnya Tsunami, seperti surutnya air laut secara tiba-tiba setelah terjadinya gempa, menggeleparnya ikan-ikan di tepi pantai dan tanda-tanda alam yang lainnya.

Sebelum ditemukannya alat sensor pendeteksi gempa, selama berabad-abad para ahli telah memanfaatkan hewan sebagai alat untuk mendeteksi bencana alam.

Hewan diyakini memiliki indra yang tajam, yang dapat dengan cepat mengetahui akan datangnya sebuah bencana, seperti gempa bumi dan Tsunami.

Hewan juga diyakini lebih peka dalam menangkap getaran atau perubahan tekanan udara yang ada disekitar mereka, dibandingkan kemampuan yang dimiliki oleh manusia.

Kemampuan sensorik pada hewan inilah yang dipelajari oleh Diana Reiss, Ph.D., Direktur dari Penelitian Mamalia Laut di Wildlife Conservation Society, New York City. Dimana kemampuan dari para hewan ini dipelajari agar dapat digunakan oleh manusia untuk lebih cepat dalam mengantisipasi kejadian bencana.

Penggunaan kemampuan hewan untuk mengantisipasi terjadinya suatu bencana, bukanlah sebatas isapan jempol belaka, mengingat telah terjadi cukup banyak fakta yang menunjukkan bahwa hewan bisa mengetahui akan datangnya suatu bencana jauh sebelum bencana tersebut terjadi.

Sejak tahun 1950, para peneliti telah meneliti bahwa ular dapat mendeteksi akan terjadinya gempa bumi.

Hal itu dibuktikan dengan keluarnya ular dari liang persembunyiannya dimusim dingin karena merasakan akan datangnya gempa bumi, padahal ular tersebut seharusnya sedang tidur panjang (hibernasi) di musim dingin tersebut.

Atau adanya kejadian sekelompok gajah yang berlarian menuju ke bukit-bukit tinggi sekitar satu jam sebelum terjadinya Tsunami di Sri Lanka dan Thailand pada tahun 2004. Gajah-gajah tersebut selamat dari Tsunami, sementara desa tersebut beserta penghuninya kemudian hancur luluh lantak diterjang oleh Tsunami.

Para peneliti berkesimpulan bahwa hewan-hewan tersebut bisa mendeteksi akan terjadinya Tsunami karena mereka memiliki kemampuan pendengaran yang sangat peka.

Hewan-hewan tersebut memiliki kemampuan pendengaran Infrasonik, yang mampu mendengar gelombang suara pada frekwensi yang lebih rendah dari yang bisa didengar oleh manusia.

Selain ular dan gajah pada contoh diatas, ternyata burung, monyet, anjing dan banyak hewan lain juga ternyata tampak bertingkah “aneh” menjelang terjadinya gempa bumi dan Tsunami.

Kelelawar yang biasanya tidur disiang hari, tampak menjadi sangat aktif berterbangan selama setengah jam menjelang Tsunami terjadi.

Anjing yang biasanya tampak riang, menjadi sangat pendiam menjelang terjadinya Tsunami.

Demikian juga dengan monyet yang selalu tampak gelisah menjelang terjadinya gempa bumi dan Tsunami.

Sumber: https://seur4moe.blogspot.co.id
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini