Jodoh dalam pandangan Islam

Tribunbarat.com - Memilih Jodoh dalam pandangan Islam - Allah subhanahu wata'ala berfirman:" Dan diantara kekuasanNYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir(QS.Ar-Ruum:21)

Sudah menjadi sunatullah bahwa Allah menciptakan semua mahlukNYA berpasang-pasangan dan semua manusia pasti ada jodohnya,tergantung ikhtiar dari manusia itu sendiri atau takdir Allah.Karena setiap takdir itu ada yang mutlak (sudah menjadi ketentuan Allah),kita manusia hanya bisa menerimanya dan satu lagi adalah takdir ikhtiari yaitu takdir yang memang bisa diperoleh dengan jalan ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh.

Proses mencari jodoh dalam Islam bukanlah''membeli kucing dalam karung''sebagaimana yang sering dituduhkan.Namun justru di liputi oleh perkara yang penuh adab.

Bukan ''coba dulu baru beli''kemudian''habis manis sepah dibuang''sebagaimana jamaknya pacaran kawula muda zaman sekarang.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara ataupun proses ebuah pernikahan yang berlandaskan Al Qur'an dan As-Sunnah yang shahih.

Sebelum seseorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita,tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya begitu pula siwanita tahu siapa lelaki yang berhazrat menikahinya.

Tentunya proses kenal-mengenal ini tidak seperti yang dialami oleh orang-orang yang tidak paham Agama sehingga mereka menghalalkan pacaran atau pertunangan dalam rangka penjajakan calon pasangan hidup kata mereka.Mengenali pasangan hidup disini maksudnya mengetahui siapa namanya ,asalnya,keturunanya,keluarga,akhalaq dan Agamanya,dan informasi lain yang memang dibutuhkan.Ini bisa ditempuh dengan mencari informasi dari pihak ketiga,baik dari kerabat,siwanita atau sipihak lelaki,atau orang lain yang mengenaih silelaki atau siwanita.

Yang perlu menjadi perhatian hendaknya hal-hal yang bisa menjatuhkan fitnah dihindari kedua belah pihak seperti bermudah-mudahan melakukan hubungan telpon,sms,surat-menyurat dengan alasan ingin ta'aruf dengan calon suami atau  istri.

Jangankan baru ta'aruf,yang sudah resmi meminangnya pun harus menjaga dirinya dari fitnah.Ketika Syaikh Shalih bin Fauzan  bin Abdilah bin Al-Fauzan Hafizh ahullah ditanya tentang pembicaraan melalui telpon antara seorang lelaki dengan seorang wanita yang telah dipinangnya,beliau menjawab;Tidak apa-apa seorang lelaki berbicara lewat telpon  dengan wanita yang telah dipinangnya bila memang pinanganya telah diterima dan pembicaranya  yang dilakukan dalam rangka mencari pemahaman sebatas kebutuhan yang ada tanpa adanya fitnah.Namun bila hal itu dilakukan lewat peratara wali siwanita maka lebih baik lagi dan lebih jauh dari keraguan atau fitnah.
Adapun pembicaran yang biasa dilakukan lelaki dengan wanita antara pemuda dan pemudi padahal belum langsung pelamaran diantara mereka namun tujuannya saling mengenal sebagaimana yang mereka istilahkan maka ini munkar,haram bisa mengarah kepada fitnah menjerumuskan kepada perbuatan keji.

Allah subhanahu wata'ala berfirman;''Maka janganlah kalian tunduk dalam pembicaran sehingga berkeinginan jeleklah orang yang dihatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma'ruf tidak ada fitnah didalamnya dan tidak ada keraguan"(Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusya Syaikh Shalih bin Fauzan 3/163-164).

Ikhtiar yang bisa dilakukan oleh seorang muslimah dalam mencari jodoh

Berdo'a kepada Allah agar diberikan jodoh yang baik,misalnya dengan shalat Hajat.
Allah ta'ala telah berjanji dalam firmanNYA bahwa muslim yang baik adalah untuk muslimah yang baik dan lelaki yang buruk adalah untuk wanita yang buruk pula,maka tugas seorang muslimah yang baik adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdo'a kepada Allah agar mendapatkan jodoh yang baik dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

"Laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji dan wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji(pulaadlaki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik(pula)..''(QS.An Nuur:26)

Meminta kepada orang tua/wali untuk dicarikan jodoh yang baik.

Dalam Islam sebenarnya masalah jodoh bagi muslimah bukanlah menjadi tanggung jawab sendiri tetapi menjadi tanggung jawab orang tua atau wali.

Sebenarnya tidak ada larangan apapun bagi seorang wanita bila mengajukan diri kepada seorang lelaki yang dianggapnya saleh dan baik untuk dinikahkan.

Sayyidatina Khadijah ra,melakukan hal tarsebut.
Beliau melamar calon Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasalam yang masih berusia 25tahun.
Hal itu karena Khadijah ra tahu persis kebaikan akhlaq calon suaminya itu,kejujuranya,dan kebaikan-kebaikanya yang lain.

Namun kita perlu ingat,kita hanya manusia biasa yang tidak secerdik Khadijah,dan lelaki yang kita tuju tentunya tidak semulia Rasulullah.maka untuk menhindari terjadinya fitnah andaipun mengalami hal yang sama hendaknya melalui prosedur yang tidak meragukan atau fitnah.

Pendekatan atau khalwat yang dilakukan sebelum ada ikatan pernikahan dengan alasan saling mengenal antara keduanya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.Bahkan pendekatan ini tidak selalu menjamin menjadi rumah tangga yang langgeng karena biasanya pendekatan yang dilakukan sebelum pernikahan lebih mengedepankan sisi subjektivitas antara keduanya.

Melalaui Mediator misalkan teman,saudara,atau orang lain yang dapat dipercaya.'

''Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu,dan orang-orang yang layak(berkawin)dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan dengan karuniaNYA.Dan Allah maha luas(pemberianya)lagi maha mengetahui.Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaknya menjaga kesuciaan(diri)nya sehingga Allah memampukan mereka dengan karuniaNYA...(QS.An Nuur:32-33)

Mencari sendiri dengan syarat tidak langsung,tetapi bersama pihak ketiga.Rasulullah pernah memberikan kriteria untuk menentukan pilihan pasangan hidup bagi seorang muslimah yang apa bila dilaksanakan insya'Allah rumahtangga sakinah,mawadah dan rahmah akan dirasakanya.

''Apa bila datang laki-laki (untuk meminang)yang kamu Ridho'i Agamanya dan akhlaknya,maka kawinkanlah dia,dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah dimuka bumi dan kerusakan yang meluas''(HR.Tirmidzi dan Ahmad).

''Wanita dinikahi karena empat faktor,yakni karena kekayaan hartanya,kedudukanya,kecantikanya,dan karena Agamanya,hendaklah pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu''(HR.Muslim).


#Bagi wanita yang belum mendapatkan jodoh,janganlah berputus asa,tetaplah berikhtiar dan berdo'a.Sudah menjadi janji Allah Azza wa Jalla bahwa semua mahlukNYA akan berpasang-pasangan.Hanya Allah yang maha tahu kapan waktu yang tepat ditemukanya jodoh kita masing-masing. Karena jodoh adalah maslah ghoib yang menjadi rahasiaNYA.

Ingatlah bahwa cinta datang dari yang maha Pencipta cinta.
maka selain dengan hal-hal yang telah tersebut diatas,perlu utamakan..
Cintailah Allah,maka Allah akan  menanamkan rasa cintaNYA kepada mahlukNYA untukmu.
Perbanyaklah sedekah,karena sedekah adalah kunci pembuka pintu rezeki dan menjauhkan takdir buruk.
Jalin silaturahmi dengan saudara kerabat dengan luas.
Muhasabah atau evaluasi diri mana kepribadian buruk yang wajib dibuang dan pertahankan kepribadian baik yang sudah ada pada dirinya (itiqomah).

''Allah tidak akan menginkari janji-janjiNYA, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui''..(QS.Ar Ruum:6)

''Dan segala sesuatu Kami jadikan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah"(QS.Adz Dzariyyat:49)

Demikianlah semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa'tala dalam segala hal usaha.Aamiin ya Rabbul'Alamiin
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini