Perserikatan Buruh Aceh Minta PP 78 Dicabut

TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Demonstran dari Aliansi Buruh Aceh meminta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan segera dicabut. Hal itu dipandang merugikan pekerja (buruh), karena dianggap mengkebirikan hak-hak buruh. Tuntutan itu disampaikan dalam demo buruh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (2/12) sekitar pukul 09.00 WIB, melibatkan puluhan demonstran.

Di samping meminta Presiden RI mencabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, para demostran juga mengusung dua tema besar lainnya, yakni terkait pembantaian di Myanmar yang dialami etnis Muslim Rohingya dan berkaitan dengan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Pantauan Serambi, massa yang berkumpul dan sempat berorasi di depan Masjid Raya Baiturrahman, selanjutnya berkonvoi menuju ke DPRA di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh dan di sana para pengunjuk rasa menyampaikan tuntutan yang sama.

Ketua Aliansi Buruh Aceh, Drs Saiful Mar menjelaskan, berkaitan dengan aksi yang dilakukan pada 2 Desember 2016 itu, para buruh di seluruh Indonesia melakukan aksi yang sama. “Demo kami ini, mengusung tiga tuntutan besar, pertama berkaitan ketenagakerjaan. Lalu, berhubungan dengan kemanusiaan, dimana saudara kita etnik muslim Rohingya terus dibantai di Myanmar dan tuntutan ketiga berkaitan dengan supremasi hukum di negeri ini,” ujarnya.

Berkaitan ketenagakerjaan, ungkap Saiful Mar, massa Aliansi Buruh Aceh selain meminta PP Nomor 78 segera dicabut, mereka juga mendesak Pemerintah Indonesia menghapus sistem kerja outsourcing dan mendesak Pemerintah Aceh melakukan pengawasan dan penindakan terhadap tenaga kerja asing yang ilegal.

Kemudian berkaitan dengan tema kemunusiaan, para demonstran mendesak Pemerinta Aceh dan Pemerintah Indonesia mengirimkan nota keberatan kepada Pemerintah Myanmar atas pembantaia etnik muslim Rohingya di sana. “Tema kami yang ketiga, yakni menuntut penegakan hukum dari kejaksaan dan pengadilan agar berlaku adil serta penjarakan dan hukum seberat-beratnya Ahok sebagai pelaku penista agama,” ungkapnya.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/03/buruh-aceh-minta-pp-78-dicabut
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini