Masyarakat Pulau Banyak Terancam Kelaparan

TRIBUNBARAT.COM, SINGKIL - Penduduk Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil terancam kelaparan karena terhentinya pasokan bahan kebutuhan pokok disebabkan angkutan laut tak beroperasi karena ketiadaan bahan bakar.

Krisis bahan bakar di Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil--termasuk untuk kebutuhan alat transportasi laut--karena truk pengangkut BBM belum bisa melitas disebabkan masih putusnya jalan utama di Ujung Bawang, Kecamatan Singkil Utara.

Khusus untuk masyarakat di Pulau Banyak, dengan ketiadaan BBM di daratan Singkil berdampak terhentinya pasokan berbagai barang kebutuhan karena alat transportasi laut tidak bisa beroperasi. “Kalau kondisi begini berlanjut, masyarakat Kepulauan Banyak bisa kelaparan,” kata anggota DPRK Aceh Singkil, Taufik asal Pulau Banyak Barat, kepada Serambi, Sabtu (3/12).

Selain terhentinya pasokan berbagai barang dari daratan Singkil, warga kepulauan tersebut juga idak bisa melaut karena tak ada bahan bakar. Begitu juga dengan gas serta minyak tanah, semakin menipis bahkan di beberapa lokasi sudah habis total.

Jalan utama yang putus itu berada di depan Perumahan Rekompak, Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil Utara. Di lokasi jalan putus warga memasang titian menggunakan balok kayu serta papan untuk membantu pengendara sepeda motor. Setiap unit sepmor dikenakan biaya Rp 20.000 untuk mendorong.

Jalan yang putus digerus banjir itu sepanjang lebih kurang dua meter dengan kedalaman seperut orang dewasa. Mobil tidak berani melintas karena khawatir sangkut. Apalagi jalan yang putus di bagian tepi itu kedalamannya mencapai sedada orang dewasa.

Sementara itu jalan putus di Ketapang Indah, bisa dilalui mobil setelah bagian tengah jembatan batang kelapa dipasang tiang penyangga. Menurut seorang warga, jembatan darurat tetap dibutuhkan, sebab pemasangan jembatan bailey walau sudah tiba di lokasi namun butuh waktu dua hari. “Pemasangan bailey dikebut, namun tetap butuh waktu. Sehingga jembatan batang kelapa diperbaiki agar mobil bisa melintas,” kata Kadis PU Aceh Singkil, Muzni.

Muzni membenarkan kendaraan besar termasuk pembawa BBM ke Singkil yang selanjutnya dipasok ke Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat, tidak bisa melintas. “Kami sedang bekerja keras agar semua jalan yang putus bisa dilalui kendaraan. Tapi kondisinya belum memungkinkan, termasuk pemasangan jembatan bailey,” ujar Muzni.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/04/warga-pulau-banyak-terancam-kelaparan
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini