jalan Lintas Blang Pidie keude Trumon Putus karena Longsor

TRIBUNBARAT.COM , BLANGPIDIE - Arus transportasi darat lintas Desa Panton Bilie menuju Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan dan sebaliknya putus total menyusul longsor menutupi jalan di Gunong Pinto Angen, Senin (28/11) dinihari. “Semua jenis kendaraan, termasuk sepeda motor tak bisa melintas karena badan jalan tertimbun tanah longsor sekitar 20 meter,” kata Keuchik Panton Bilie, Bahari kepada Serambi, Senin (28/11) sore.

Longsor di jalan Gunong Pinto Angen di Desa Panton Bilie terjadi karena hujan lebat pada Senin dinihari. Tanah dari tebing gunung yang runtuh kemudian menutup badan jalan dari Desa Panton Bilie (Simpang Gunung Kapoe) menuju Keude Trumon, ibukota Kecamatan Trumon. Hingga Senin kemarin, menurut Keuchik Bahari, tidak ada aktivitas penanganan tanah longsor yang menutup badan jalan di lokasi itu. Sementara semua jenis kendaraan dari dan ke Keude Trumon, ibukota kecamatan menempuh jalur Pulo Paya dengan jarak tempuh sekitar 9 kilometer.

Disebutkan sebelum longsor, semua jenis kendaraan menuju Keude Trumon dan sebaliknya menempuh akses jalan dari Panton Bilie atau melalui simpang Gunong Kapoe (jalan nasional Tapaktuan-Subulussalam). Sebab, kondisi badan jalan sudah beraspal dan tidak harus mendaki Gunong Kapoe yang terkenal memiliki tanjakan tinggi. Tetapi setelah longsor terjadi pada Senin dinihari, semua jenis kendaraan melintas melalui Gampong Pulo Paya menuju Keude Trumon.

Keuchik Panton Bilie Bahari sudah melaporkan longsor Gunung Pinto Angen kepada Camat Trumon dengan harapan mendapat respons pihak terkait karena tak mungkin ditangani secara manual. Sekadar diketahui Keude Trumon, ibukota Kecamatan Trumon terletak jauh arah pesisir dari lintasan jalan nasional Tapaktuan-Kota Subulussalam.

Pusat kecamatan dapat dijangkau melalui dua arah yaitu lintasan Desa Panton Bilie dan Desa Pulo Paya yang juga melintasi jalan nasional. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Aceh Selatan, Rahmad Humaidy ST MM yang dikonfirmasi Serambi belum menerima informasi terkait longsor yang menimbun lintas Desa Panton Bilie menuju Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Kendati demikian pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi karena jalan tersebut masuk dalam jalan provinsi.

Sementara itu puluhan hektare sawah di Kecamatan Susoh dan Jeumpa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam gagal panen. Sawah yang ditanami padi berusia dua hingga tiga bulan itu terendam air hujan bercampur lumpur. Anggota DPRK Abdya Zul Ifan mengatakan sawah masyarakat Iku Lhung dan Ujung Padang tersebut terendam karena tidak berfungsi saluran pembuang.

“Kami meminta kepada Dinas terkait segera melakukan normalisasi saluran pembuang, jika tidak dilakukan segera, maka puluhan hektare sawah terancam panen,” ujarnya kepada Serambi, Senin (28/11).

Dia sebutkan empat tahun lalu, persoalan sawah terendam dan kekeringan telah diatasi oleh pemerintah sebelumnya. Namun, sangat disayangkan kejadian yang tidak diharapkan oleh petani itu kembali terjadi. Saat memasuki musim penghujan para petani di Kecamatan Jeumpa dan Susoh harus was-was dengan air luapan yang merendam sawah mereka.

Apabila itu terjadi maka para petani harus mengganti bibit baru. Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Abdya Jasmadi SIP melalui Kabid Produksi Distanak Abdya Ir Hamdan mengatakan pihaknya melakukan pendataan dan segera berkonsultasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Iya, jumlah yang terendam mencapai 20 hektare, namun persoalan bibit akan kita ganti cadangan bibit nasional (CDN). Untuk soal air luapan itu akan kita duduk dengan dinas PU dan dinas terkait, karena untuk normalisasi saluran pembuangan yang sudah dangkal membutuhkan anggaran yang besar,” ujar Hamdan.


sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/11/30/plt-gubernur-minta-dinas-cek-penyebab-banjir-singkil
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini