hati-hati Tranfusi Darah, Kasus Salah Transfusi Darah belum Tuntas

TRIBUNBARAT.COM, LHOKSEUMAWE - Kasus dugaan salah transfusi darah terhadap seorang pasien saat berobat di Rumah Sakit (RS) Arun, Lhokseumawe hingga kini belum disidangkan di pengadilan. Keluarga pasien meminta penyidik Polres Lhokseumawe segera menuntaskan pemeriksaan kasus itu, karena kasusnya terjadi sekitar delapan bulan yang lalu.

Permintaan agar penyidik Polres Lhokseumawe segera menuntaskan kasus itu, disampaikan Fauzan kepada Serambi, Selasa (29/11). Fauzan merupakan anak dari Badriah, pasien yang diduga mengalami kesalahan transfusi darah di RS Arun. “Masa sudah delapan bulan belum juga selesai pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi,” kata Fauzan.

Untuk diketahui, kasus salah transfusi darah terhadap Badriah, warga Geulumpang Sulu, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dilaporkan ke Mapolres Lhokseumawe, 13 Maret 2016. Menurut keluarga, kesalahan transfusi golongan darah yang seharusnya O menjadi B, terjadi pada 3 Maret 2016.

Sementara itu, dalam kasus tersebut, polisi menetapkan tiga tersangka, dua petugas Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Aceh Utara, dan seorang petugas/perawat RS Arun. Pada 14 Juni 2016, penyidik Polres Lhokseumawe sempat melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe. Namun berkas dikembalikan karena belum lengkap.

Sementara Fauzan mengatakan, ia memang menerima informasi bahwa berkas kasus itu sudah pernah dilimpahkan ke jaksa, namun dikembalikan karena belum lengkap. Fauzan juga mengaku sudah pernah kembali dimintai keterangan dalam kasus itu. “Saya dimintai keterangan ulang pada bulan Ramadhan lalu atau sekitar lima bulan lalu,” katanya.

Namun sampai sekarang, pihak keluarga tidak lagi mendapatkan kabar terhadap perkembangan kasus tersebut. “Saat kami pertanyakan, selalu dijawab masih dalam upaya kelengkapan berkas. Kami merasa heran kenapa penyidik belum bisa menuntaskan perkara yang kami laporkan,” ujar Fauzan.

Ia sangat mengharapkan polisi serius menyelesaikan kasus tersebut, agar keluarganya mendapat keadilan. “Kondisi ibu saya sekarang sangat lemas. Ingin berjalan saja harus menggunakan tongkat atau kami pegang. Dulu, sebelum kejadian itu, ibu saya masih dapat berjalan secara normal,” pungkasnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir SE menyebutkan, dalam kasus ini ada dua berkas. Satu berkas untuk tersangka dari RS Arun. Saat ini berkasnya sudah di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe. Sedangkan satu berkas lagi untuk dua tersangka dari UTD PMI Aceh Utara.

“Untuk berkas bagi petugas UTD PMI Aceh Utara masih membutuhkan pemeriksaan ahli tambahan. Saksi ahli yang akan kita mintai keterangan dari Dinas Kesehatan Aceh Utara. Dalam pekan ini saksi ahli ini akan kita mintai keterangan. Setelah pemeriksaan saksi ahli, maka berkasnya akan langsung kita limpahkan ke jaksa,” demikian AKP Yasir.


sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/01/kasus-salah-transfusi-darah-belum-tuntas
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini