Ghibah Berjamaah di Media Sosial perlu di Hindari

TRIBUNBARAT.COM -
GHIBAH adalah membicarakan keburukan, kejelekan atau kekurangan orang lain untuk mencari-cari kesalahan baik jasmani, agama, kekayaan, akhlak, ataupun bentuk lahiriah lainnya.

Ghibah atau menggunjing ini tidak hanya sebatas lisan saja, namun bisa terjadi dengan tulisan atau yang lebih dikenal dengan istilah ghibah di berbagai media sosial (medsos), memang kerap terjadi tanpa disadari.

Meski dilakukan ghibah dalam media apapun tetap dilarang. Karennya, umat Islam diimbau untuk menjauhi hal tersebut.

‎Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (28/12/2016) malam.

"Kita umat Islam jangan asal men-share atau broadcast suatu informasi ‎yang kita terima di media sosial seperti Facebook, WhatsApp, BBM, Twitter atau Instagram yang tidak kita ketahui kejelasan sumbernya, karena bisa jadi saat itu kita sedang melakukan ghibah berjamaah dan menggunjing saudara kita tanpa melakukan memastikan kebenaran informasi tersebut," ujar Tgk Faisal Ali yang akrab disapa Abu Sibreh ini.

‎Pimpinan Dayah Mahyal ‘Ulum Al-Aziziyah Sibreh, Aceh Besar menjelaskan, Allah Swt dengan tegas melarang untuk berbuat ghibah, dan menyuruh kita untuk menjauhinya karena ghibah digambarkan dengan sesuatu yang sangat jijik dan kotor yaitu ghibah sama saja dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati.

Seperti ditegaskan dalam Alquran Surat Al-Hujarat ayat 12 yang artinya, "Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik".

"Jika kita menerima suatu informasi di medsos,‎ jangan merespon sesuatu itu secara berlebihan. Apalagi sampai berkomentar terhadap kejelekan orang lain yang bukan kapasitas kita itu termasuk ghibah, karena kita tidak mampu menyelesaikan. Diam saja lebih bagus dari pada berdosa kita,"‎ tegas Ketua PWNU Aceh ini.

Masyarakat akan mudah melakukan ghibah melalui medsos karena informasi yang didapatkan. Sehingga, tidak mengherankan jika ghibah akan menyebar begitu cepatnya.

Informasi yang semakin berkembang saat ini, tuturnya, sulit membedakan antara yang benar dan tidak sesuai dengan fakta. Sayangnya, dengan kondisi demikian, orang cenderung langsung menyebarkan informasi yang diperoleh tanpa dipilah.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/29/hindari-ghibah-berjamaah-di-media-sosial
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini