Gawat Mahasiswa Aceh Janji Kawal Proses Hukum Ahok

TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Aksi Bela Islam III Superdamai atau Aksi 212 pada Jumat kemarin tidak hanya dilakukan umat di Jakarta. Sejumlah pengunjuk rasa dari berbagai organisasi mahasiswa Islam di Aceh juga melakukan aksi solidaritas yang dipusatkan di depan Gedung DPRA, Banda Aceh.

Mahasiswa meminta aparat penegak hukum menangkap dan menahan tersangka penista Alquran, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Aksi ini berlangsung setelah shalat Jumat, diawali dengan berjalan kaki dari depan Masjid Raya Baiturrahman menuju Gedung DPRA.

Para aktivis yang ikut dalam aksi ini adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pelajar Islam Indonesia (PII), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (Himmah), dan komunitas One Day One Juz (ODOJ).

Massa turut membawa spanduk, karton, dan bendera organisasi. Di DPRA, massa disambut oleh anggota DPRA dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bardan Sahidi. Sebelum Bardan tiba, beberapa pengunjuk rasa melakukan orasi bergantian.

Para orator menuntut aparat penegak hukum segera menangkap dan memenjarakan tersangka dalam kasus penistaan Alquran dan agama Islam, Ahok.

Mahasiswa juga berjanji akan mengawal proses hukum Ahok sampai tuntas. “Apabila agama kita dihina, jangan sampai kita diam. Kita harus terus bergerak dan membelanya. Jangan sampai hukum di Indonesia tumpul ke atas,” teriak Sekjen KAMMI Banda Aceh, Heri Safrijal.

Orator lain juga mendesak agar aparat penegakkan hukum di Indonesia harus menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan memproses Ahok sesuai dengan hukum Indonesia. “Ahok harus ditangkap. Tidak ada isu SAR dan makar di sini. Kami hanya menuntut hak kami sebagai umat Islam, Ahok seharusnya sudah dipenjarakan. Kami tidak ada kepentingan apa pun dengan pilkada. Kita hanya meminta kesucian Alquran benar-benar dijaga,” katanya.

Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Aceh, Mirza Fanzikri juga menyampaikan orasi yang menyatakan bahwa aksi kemarin merupakan aksi solidaritas. Menurutnya, aksi superdamai itu merupakan bentuk nyata aspirasi masyarakat Indonesia yang meminta gubernur nonaktif DKI Jakarta itu dipenjara karena telah menista Islam. “Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kita berharap agar ditahan karena buktinya sudah lengkap,” katanya.

Jangan sampai, lanjutnya, kasus Ahok dipelintir dengan kasus-kasus lain di luar substansi. “Kasus penistaan agama ini jangan dikembangkan dengan kasus-kasus lain, pada prinsipnya ini kasus penistaan agama. Jadi, jangan dikaitkan dengan pilkada dan makar. Kita ini bergerak dengan hati dan kepedulian terhadap agama Islam dan keutuhan Negara Republik Indonesia, jangan ada yang menodai Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Anggota DPRA, Bardan Sahidi juga mengajak masyarakat Aceh untuk turut mengawal proses hukum tersangka penista agama, Ahok. Dia berharap proses hukum Ahok dilakukan secara transparan, sehingga memenuhi rasa keadilan masyarakat. “Jangan gara-gara nila setitik repot bangsa ini. Jangan gara-gara Basuki Tjahaja Purnama seluruh elemen bangsa jadi renggang dan retak. Tegakkan keadilan, maka kedamaian akan terwujud,” imbuhnya.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/03/mahasiswa-aceh-janji-kawal-proses-hukum-ahok
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini