Belanda Mulai Selidiki Kejahatan Militernya Selama Menjajah Indonesia

Tribunbarat.com - Pemerintah Belanda akan mendanai penyelidikan besar-besaran menyeluruh tentang kekerasan struktural yang dilakukan oleh tentara Belanda pada zaman perang dekolonisasi di Hindia-Belanda.

Keputusan itu disepakati dalam rapat pleno kabinet Belanda yang berlangsung Jumat, 2 Desember 2016, seperti yang dilansir http://www.volkskrant.nl dalam artikel bertajuk 'Kabinet akkoord met groot onderzoek naar geweld Indië.' (Kabinet Menyetujui Penyelidikan Kekerasan Besar-besaran di Hindia).

Sementara itu, hasil penyelidikan Sejarawan Swis-Belanda, Rémy Limpach menyebutkan, saat perang kolonial di Hindia Belanda sudah terjadi aksi kekerasan ekstrem dan hal itu sudah dianggap sudah biasa.

Perang tersebut telah memakan korban jiwa sekitar seratus ribu warga Indonesia dan hampir lima ribu tentara Belanda tewas.

Rémy Limpach menambahkan, Tentara Belanda sudah melalukan aksi kejahatan perang sampai mereka hengkang dari Indonesia pada 1949 dengan melakukan pembakaran kampung-kampung dan pembunuhan massal di seluruh Indonesia.

Sejauh ini versi resmi pemerintah Belanda menyatakan bahwa kekerasan hanya terjadi sporadis sebagai ekses belaka.

Namun hasil penyelidikan ilmiah Limpach di atas menunjukkan bahwa tentara Belanda melakukan pembunuhan dan penyiksaan besar-besaran.

Partai Demokrat D66 dan partai sosialis SP sudah lama menuntut dilakukan penyeleidikan menyeluruh.

"Selama ini Belanda disayangkan selalu sulit untuk membongkar halaman kelam sejarahnya. Saya kira penyelidikan ini merupakan ancang-ancang menuju kepada pengakuan," kata Harry van Bommel, anggota parlemen Belanda dari SP.

Anggota parlemen dari D66, Sjoerd Sjoerdsma, mengatakan, "pengakuan terhadap masa silam yang kelam adalah sangat penting bagi kredibilitas kita."

Belanda Mulai Selidiki Kejahatan Militernya Selama Menjajah Indonesia


Ia berpendapat, Negara Belanda memiliki kewajiban moral dan politik untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya.

Menlu Bert Koenders, tidak lama setelah dipublikasikannya laporan Limpach sudah mengisyaratkan untuk melakukan penyelidikan terhadap ekses yang dilakukan tentara Belanda di Indonesia.

Ia langsung menyebut istilah "halaman kelam"di sejarah Belanda.

Menhan Jeanine Hennis menambahkan, pemerintah Bealnda tidak akan lari dari tanggung jawabnya. Namun ia menandaskan, mayoritas tentara Belanda tidak terlibat dalam kekerasan eksrem.

Partai liberal konservatif VVD mendesak agar kekerasan yang dilakukan oleh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia juga diselidiki.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2016/12/03/untuk-pertama-kali-belanda-selidiki-kejahatan-militernya-selama-menjajah-indonesia
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini