Tiga Penambang Emas Tewas Tertimbun



TRIBUNBARAT.COM, SIGLI - Tiga penambang emas tradisional yang beraktivitas di Km 14 pegunungan Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Pidie, tewas tertimpa material longsor pada Kamis (17/11) sekitar pukul 02.45 WIB saat istirahat di kamp yang mereka bangun di dekat lubang galian.

Korban yang sampai ajalnya itu adalah Ahmad Maulani (37), Saep (43), dan Dodi (40), ketiganya warga Kampung Gandasoli, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam peristiwa itu, tiga rekan mereka luput dari maut. Masing-masing Abam (46), asal Cijaliman, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Hendri (18) dan Ruswandi (35), asal Kampung Gandasoli, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ketiganya hanya mengalami luka-luka dan terkilir tangan saat berusaha menyelamatkan diri dari timbunan longsor.

Diperoleh informasi bahwa para pekerja asal Jawa itu rutin menggali lubang untuk memburu batu yang mengandung bijih emas. Mereka membangun kamp di kaki perbukitan sebagai tempat istirahat.

Nah, pada saat musibah longsor yang merenggut nyawa tiga buruh asal Jawa Barat itu terjadi, di kamp itu sedang tidur lelap 18 buruh tambang. Apalagi saat itu menjelang subuh.

Tiba-tiba hujan lebat mengguyur. Tanpa mereka sadari, terjadi longsor dan materialnya menutupi kamp. Sebanyak 15 buruh berhasil membebaskan diri dari material longsor yang menimpa. Sedangkan tiga rekan mereka terkubur di dalam kamp yang ditutupi tanah bercampur kerikil.

Sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, ketiga jasad penambang emas itu berhasil digotong rekannya ke Polindes Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang. Dari polindes kemudian dirujuk petugas medis ke Puskesmas Geumpang.

Versi lain menyebutkan, keenam pekerja tambang itu terperangkap dalam lubang setelah longsor menutupi mulut lubang. Tiga rekannya Abam, Hendri, dan Ruswandi berhasil ke luar. Sementara Ahmad Maulani, Saep, dan Dodi tak bisa ke luar, sehingga meninggal di dalam lubang.

Kasus sebelumnya
Sebelumnya, dua pekerja tambang emas tradisional yang melakukan aktivitas penambangan di Km 14, Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Pidie, Jumat (11/11) sekitar pukul 17.00 WIB, tewas di lubang galian karena terputusnya aliran oksigen.

Kedua korban bernama Gana (45) dan Nurjen (22), asal Kampung Cikadana, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, musibah itu terjadi ketika Gana dan Nurjen sedang berada di dalam lubang galian untuk mengambil batu emas dengan cara pengeboran.

Kedua buruh tambang tradisional itu menggunakan oksigen yang dialirkan dengan selang dari tabung yang ditempatkan di atas. Tiba-tiba terjadi longsor dari tebing gunung menutupi mulut lubang, sehingga selang yang mengalirkan oksigen terimpit dan memutuskan aliran oksigen ke hidung Gana dan Nurjen.

Rekan-rekan korban yang mengetahui peristiwa itu langsung memberikan pertolongan. Namun, saat ditemukan di lubang galian, Gana dan Nurjen sudah tak lagi bernyawa.

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/11/18/3-penambang-emas-tewas-tertimbun
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini