Sembilan Mitos Bra yang Masih di Percaya

TRIBUNBARAT.COM - Makan buah itu sehat. Orangtua kita tentu rajin menganjurkannya sejak kita kecil. Namun, ada juga yang ditambahi kalimat untuk menakuti: Jangan sampai bijinya tertelan karena nanti di atas kepala kita akan tumbuh pohon buah.

Maksud mereka sebenarnya adalah agar kita berhati-hati ketika memakan buah-buahan karena bagian bijinya bukan bagian yang juga harus kita telan. Dulu, kita percaya saja bahwa biji yang tertelan akan menjadi pohon. Setelah dewasa, kita baru tahu bahwa itu adalah mitos belaka.

Selain soal buah, ada banyak mitos bertebaran di sekitar kita. Salah satunya adalah mengenai bra. Ahli payudara mengungkap mitos-mitos bra yang masih banyak orang memercayainya.

Mitos: Tidur memakai bra akan menaikkan payudara Anda

"Tidak ada bukti ilmiah yang memakai atau tidak memakai bra saat tidur akan membuat perbedaan pada payudara Anda dari waktu ke waktu," kata Amber A. Guth, MD, ahli bedah payudara dan seorang profesor bedah di NYU Langone Medical Center.

"Payudara turun terjadi terutama karena kehamilan, melahirkan dan menyusui." Selain itu, faktor gravitasi juga berpengaruh, walau tidak besar.

Dr Guth menjelaskan, gravitasi menarik ligamen di payudara Anda ke bawah. "Ini hanya proses alami," katanya.

Mitos: Memakai bra akan membuat payudara turun

Mungkin ini berlawanan dengan apa yang Anda dengar selama ini. Tapi, para peneliti Prancis melakukan sebuah studi pada 2013 yang menyebutkan, bahwa pemakaian bra bisa memercepat penurunan bentuk payudara karena bra mencegah pembentukan jaringan otot yang mendukung payudara.

Tapi Dr Guth mengatakan, payudara tidak benar-benar berisi otot. Payudara hanya terdiri dari kulit, lemak dan ligamen.

"Payudara tidak seperti perut atau lengan yang ototnya bisa terbentuk cepat begitu Anda gerakkan. Memakai bra atau tidak mengenakan bra, tidak mengubah fakta bahwa ini semua adalah perubahan fisiologis yang terjadi pada payudara Anda dari waktu ke waktu."

Mitos: Bra dapat menyebabkan kanker payudara

Mitos ini berasal dari tahun 1995, ketika ada suami istri yang berprofesi sebagai antropolog medis mengaku bahwa sang istri mengenakan bra ketat, sehingga membatasi kelenjar getah bening di sekitar payudara. Akibatnya, menurut mereka, racun yang terjebak ini menyebabkan kanker.

Dr Guth menjelaskan mengapa teori mereka bisa dibilang sebagai teori palsu. "Cara limfatik bekerja adalah dari tepi payudara ke daerah puting, lalu keluar ke ketiak. Jadi, bukan atau tidak bisa dihentikan oleh bra."

Studi-studi lain juga menemukan, tidak ada bukti yang signifikan bahwa memakai bra dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Mitos: Anda tidak harus mencuci bra Anda terlalu sering

Apakah Anda akan memakai pakaian yang sudah bersimbah keringat karena olahraga pagi untuk pergi ke kantor? Tentu tidak, bukan? Hal yang sama berlaku juga untuk bra, menurut Jene Luciani, penulis buku The Bra Book.

"Mitos yang mengatakan bahwa bra tak perlu terlalu sering dicuci berasal dari pemahaman bahwa bra akan cepat rusak jika terlalu sering dicuci. Yang terjadi justru sebaliknya. Kain akan cepat rusak ketika terus bergesekan dengan kotoran yang berasal dari minyak yang keluar dari kulit kita," katanya.

"Jadi untuk memperpanjang hidup bra, Anda harus mencucinya setiap kali Anda selesai memakainya."

Mitos: Jangan mencuci bra dengan mesin cuci

Mitos ini mengandung kebenaran. Luciani menjelaskan bahwa bra akan lebih cepat aus ketika dicuci oleh mesin cuci. Tali dan kait dapat terjebak pada barang-barang lainnya di drum atau pada agitator pusat mesin.

"Saya menganjurkan agar bra dicuci dnegan tangan menggunakan air dingin dan deterjen lembut atau sampo bayi," katanya.

Tapi selama Anda bisa menerima bahwa Anda akan harus mengganti bra lebih sering, tidak ada yang salah dengan mencuci bra dengan mesin.

Mungkin saja Anda terlalu sibuk untuk mencuci bra satu per satu dengan saksama menggunakan tangan. Tapi tetap gunakan air dingin dan deterjen lembut ketika Anda mencuci bra dengan mesin.

Mitos: Anda dapat menyimpan bra Anda selamanya

Jika bra masih cocok dan enak dipakai, kita boleh memakainya selama mungkin, bukan? Tidak seperti itu, kata Luciani. Bahkan jika payudara Anda tetap berukuran sama, Anda tidak harus bertahan pada bra favorit Anda untuk selama-lamanya.

"Aturan umumnya adalah, sebaiknya bra digianti setelah pemakaian selama setahun," kata Luciani.

"Tapi jika tidak terlalu sering dikenakan, Anda bisa memilikinya selama tiga tahun. Itu semua tergantung pada seberapa sering Anda memakai dan seberapa baik Anda memeliharanya. Biasanya, bra yang terlalu sering digunakan, akan lebih cepat kendur dan makin tak nyaman dikenakan.

Mitos: Ukuran bra semua merk adalah sama

Hanya karena Anda memakai ukuran 34C untuk merk Victoria Secret, bukan berarti di merk selain VS, ukuran Anda pasti 34C juga.

"Tidak ada mesin yang berlaku di seluruh dunia untuk menentukan ukuran bra," kata Luciani.

Anda mungkin memiliki lima bra yang berbeda dalam lima ukuran yang berbeda dari lima perusahaan yang berbeda. Artinya, untuk menemukan ukuran yang sesuai, Anda harus mencobanya sendiri di toko langganan Anda.

Mitos: Bra baru harus terasa pas di kaitan terakhir

Luciani mengatakan mengukur bra dengan patokan "terasa pas di kaitan terakhir" bukan metode yang terbaik. Sebaliknya, dia merekomendasikan menggunakan patokan kaitan tengah.

"Dengan cara itu, Anda dapat pindah ke hook terluar dengan lebih mudah ketika Anda sedang haid.

Masa-masa haid adalah masa di mana ukuran payudara sedikit membesar. Dan bisa pindah ke kaitan terdalam juga dengan lebih mudah, ketika berat badan Anda sedikit turun.

Mitos: Hanya ada satu cara untuk mengenakan bra

Langkah 1: Tempatkan bra terbalik, bagian cup ada di belakang tubuh.
Langkah 2: Kaitkan bra di depan tubuh.
Langkah 3: Putar bra hingga cup tepat ada di payudara kemudian baru kenakan tali bahunya.

Ketiga langkah di atas menggambarkan cara memakai bra yang paling umum. Tapi Luciani memiliki metode yang sama sekali berbeda untuk membantu payudara Anda terasa nyaman di dalam cup.

"Condongkan badan ke depan, kaitkan bra di belakang, perbaiki tali di bahu Anda. Langkah terakhir adalah, dengan bantuan tangan, perbaiki posisi payudara di dalam cup jika masih belum terasa nyaman, jelasnya.”


sumber: http://health.kompas.com/read/2016/11/22/201500123/9.mitos.salah.tentang.bra.yang.masih.anda.percaya.sampai.kini
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini