Rumah Hanyut, Ribuan Warga Mengungsi, Banjir di 5 wilayah di Aceh


BANDA ACEH - Hujan yang mengguyur secara terus menerus sejak tiga hari terakhir telah menyebabkan banjir setidaknya di lima wilayah Aceh, meliputi Aceh Besar, Pidie, Langsa, Aceh Jaya, dan Aceh Barat. Plt Gubernur Aceh telah memerintahkan jajarannya termasuk Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bergerak cepat ke zona bencana untuk melakukan penanganan darurat dan menyalurkan bantuan masa panik.

Hingga tadi malam, kawasan paling parah dilanda bencana antara lain Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Pidie. Khusus di Aceh Jaya, sebagaimana dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Said Rasul banjir kali ini lebih besar dari kejadian serupa tiga minggu lalu.

“Saya menemukan fakta bahwa banjir di Aceh Jaya kali ini juga melanda sejumlah titik yang sebelumnya aman, misalnya di Cot Trap, Kecamatan Teunom,” kata Said Rasul yang turun langsung ke zona bencana untuk menindaklanjuti perintah Plt Gubernur Aceh. “Kita sudah salurkan bantuan makanan siap saji, peralatan rescue dan personel terlatih untuk bergabung dengan tim yang sudah ada di wilayah setempat,” ujarnya.

Menanggapi harapan masyarakat agar rehab rekons pascabencana dilakukan secara permanen agar bencana tidak terus terulang, menurut Said Rasul seharusnya memang demikian. “Bencana susulan yang lebih besar seharusnya bisa diantisipasi kalau kerusakan akibat bencana sebelumnya ditangani secara permanen. Namun fakta di lapangan, banyak kerusakan akibat bencana sebelumnya tak tertangani hingga bencana terjadi lagi,” kata Said Rasul mengutip laporan dari sejumlah kabupaten/kota.
banjir terjadi menyeluruh di Aceh Jaya sejak Senin hingga tadi malam. Data sementara sebanyak lima rumah di Desa Teupin Asan, Kecamatan Darul Hikmah hilang disapu banjir dengan ketinggian air pada lokasi-lokasi tertentu mencapai dua meter. Selain lima rumah lenyap juga tercatat 16 rumah lainnya bergeser dari pondasi.

Sejak pukul 18.30 WIB kemarin banjir di Kecamatan Teunom, Pasie Raya, Darul Hikmah, dan Sampoiniet mulai surut secara perlahan. Namun di kawasan Gampong Baro, Teunom air masih merendam badan Jalan Nasional Calang-Meulaboh menyebabkan transportasi terganggu.

Di Kecamatan Teunom, sempat pula dilaporkan ada tiga rumah lenyap disapu banjir. Namun laporan itu dibantah oleh Camat Teunom, Abdul Azis. “Memang ada tiga rumah yang bergeser dari pondasi di Desa Pasi Timon, tidak ada yang hilang seperti dilaporkan,” kata Azis.

Hilang diseret banjir

Masih di Aceh Jaya, seorang warga bernama M Yusuf Daud (56), warga Desa Tanoh Manyang, Kecamatan Teunom, Selasa (8/11) sekitar pukul 16.30 WIB dilaporkan hilang diseret banjir. “Kita sedang melakukan pencarian bersama tim Basarnas dari Kantor SAR Banda Aceh dan Pos SAR Meulaboh, TNI/Polri, masyarakat, dan relawan lainnya,” kata Ketua Tagana Aceh Jaya, Rizal Dinata.

Menurut Rizal yang juga Ketua RAPI Aceh Jaya, selain melakukan pencarian korban hilang, tim juga mengevakuasi warga yang terkurung di lokasi banjir.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Riza Yulianto melalui Kapolsek Teunom Iptu Iswar membenarkan adanya salah satu warganya di Tanoh Manyang hilang diseret arus. Sementara pihaknya juga ikut melakuka pencarian bersama tim SAR dan masyarakat.

Aceh Besar
Tingginya intensitas hujan sejak Minggu (6/11) dini hari di Aceh Besar mengakibatkan meningkatnya debit air Krueng Inong yang ikut membawa serta material bongkahan kayu dan lumpur.

Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi kepada Serambi, Selasa (8/11) menyebutkan dampak banjir luapan di sejumlah kecamatan di Aceh Besar telah merusak beberapa infrastruktur.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Besar mulai Senin malam mendata beberapa kawasan rawan mulai dari Kecamatan Seulimuem, Indrapuri, Leupung, dan Lhoong. “Banjir dan arus kencang terjadi di Seulimuem, Indrapuri, Leupung, dan Lhoong. Meski cepat surut, tapi sempat merendam rumah penduduk dan merubuhkan sejumlah infrastruktur seperti tanggul, bendungan irigasi dan pintu air Blang Baroh Lhoong yang ikut jebol,” katanya.

Tebing Krueng Agam hampir merobohkan badan jalan utama di Gampong Seulimuem dekat kompleks Dayah Ruhul Fata serta jembatan penghubung Dusun Teungoh Gampong Kreung Lamkareung di Kecamatan Indrapuri. “Kami terus memantau perkembangan dan terus menunggu laporan pihak kecamatan tentang dampak kerusakan lainnya jika ada,” sebut Ridwan Jamil.

Ribuan mengungsi
Di Aceh Barat, banjir besar menyebabkan terendamnya 46 desa dalam 9 dari 12 kecamatan di kabupaten itu. Jembatan gantung di Kecamatan Sungaimas rusak parah. Ribuan warga mengungsi. Banjir juga menyebabkan aktivitas sekolah diliburkan.

Jembatan gantung yang rusak parah di lintas Tungkop-Kajeung setelah sebuah kapal pengeruk emas atau kapal Baijing milik penambang emas menghantam jembatan yang panjangnya 180 meter tersebut setelah diseret banjir. Sebelumnya kapal tersebut juga menghantam jembatan rangka baja Tutut sehingga sempat mengeluarkan suara gumuruh cukup besar. Dampak jembatan gantung rusak parah, penduduk dua desa yakni Tungkop dan Drien Sibak terpaksa menggunakan jalan lebih jauh hingga 8 kilometer ke pusat kecamatan.

Rincian desa yang terendam yaitu di Kecamatan Sungaimas 10 desa, Woyla Barat 15 desa, Pante Ceureumen 2 desa, Johan Pahlawan 2 desa, Woyla 10 desa, Meureubo 1 desa, Woyla Timur 1 desa, Arongan Lambalek 1 desa, dan Kaway XVI 1 desa. Warga yang terimbas banjir sebanyak 1.152 KK (3.558 jiwa).

Lokasi pengungsian yang sudah dibuka Pemkab Aceh Barat adalah di atas Gunung Tungkop, Kecamatan Sungaimas, Balai Keselamatan dan Kantor Desa Napai, Balai Keselamatan Alue Leuhop, Kecamatan Woyla Barat dan TK Desa Lueng Buloh, Kecamatan Woyla. “Banjir Aceh Barat juga berdampak sejumlah sekolah dalam 9 kecamatan diliburkan,” kata Kalak BPBD Aceh Barat, T Syahluna Polem.

Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Barat, Shah Triza Putra Utama mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD dalam menanggulangi korban banjir. Sejumlah posko pengungsi yang sudah dibuka pihak Dinsos akan menyuplai kebutuhan pada masa darurat.
 
Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2016/11/09/banjir-landa-lima-wilayah-aceh?page=2
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini