Ilustrasi (internet)

Tribunbarat.com, SABANG - Pria asal Cot Ba’U, Kecamatan Suka Jaya, Sabang, berinisial MF (42) ditangkap warga setempat saat berduaan dengan MS (35), warga Ujung Kareung, Kamis (24/11) dini hari. Saat diciduk warga, pasangan nonmuhrim ini hanya berduaan di dalam cafe yang dijadikan sebagai posko pemenangan tim sukses dari salah satu pasangan calon wali kota.

Pasangan nonmuhrim itu ditangkap berdasarkan informasi masyarakat. Sebelumnya, warga setempat mendapat kabar, ada seorang pria dan seorang wanita masuk ke cafe dimaksud. Saat itu juga, sejumlah warga menuju ke lokasi dimaksud.

Saat warga hendak menggerebek, MF langsung mencegah masuk ke dalam posko dimaksud. Dia mengatakan, di dalam tidak ada siapa-siapa selain dirinya.

Saat itu MF menemui warga, teman wanitanya melarikan diri ke arah belakang. Mengetahui itu, sejumlah pemuda mencari hingga ke belakang dan samping kiri. Akhirnya, MS yang sudah bersuami yang juga PNS di UPTD Cot Ba’U itu, ditemukan 10 menit kemudian di belakang posko.

Setelah ditangkap, kedua insan berlainan jenis itu langsung digelandang ke Kantor Keuchik Cot Ba’U. Malam itu juga, pasangan nonmuhrim ini dibawa ke Kantor Keuchik.

Setelah diiterogasi perangkat desa setempat, keduanya diserahkan ke Satpol PP dan WH. “Pasangan ini ditangkap sekira pukul 02.00 WIB. Keduanya sudah diserahkan ke Satpol PP WH untuk proses hukum selanjutnya,” kata salah seorang warga.


Kasatpol PP dan WH Sabang, Hafwan Pasaribu, mengatakan pasangan itu diserahkan warga ke WH Sabang sekira pukul 04.15 WIB.

Hafwan mengakui belum mengetahui berapa orang yang berada di cafe di jalan elak tersebut. Karena, pihaknya belum memintai keterangan kedua pasangan nonmuhrim tersebut.

Dalam penyelidikan kasus itu, penyidik WH baru memeriksa saksi-saksi. Penyidik masih menanyakan alasan ditangkap dan kronologi penangkapannya.

Setelah itu, pihaknya baru bisa menetapkan statusnya, apakah tersangka atau dibebaskan.

“Jika terbukti berkhalwat, keduanya dikenakan Qanun Jinayah nomor 6 tahun 2014. Ancamannya, 10 kali cambuk. Jika ikhtilaf (bermseraan), ancamannya maksimal 30 kali cambuk,” ujarnya kepada Prohaba, kemarin.

Menurut Hafwan, pasangan ini diamankan di Markas Satpol PP dan WH selama 1 x 24 jam. Jika dalam penyelidikan tidak terbukti, mereka dibebaskan. “Tapi, apabila terbukti bersalah, statusnya ditingkatkan menjadi tersangka dan penahanannya dititipkan dalam koordinasi kepolisian,” tandasnya.

Hafwan juga mengaku sudah memanggil kedua pimpinan desa untuk memberikantahukan, keduanya sudah diserahkan oleh warga ke Satpol PP dan WH.(az)

Sumber:http://www.prohaba.co/2016/11/25/pria-cot-bau-berduaan-dengan-istri-orang-hingga-larut-malam#.WDiDcy197IU
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini