Pelaku Bom Samarinda Wajib Dihukum Berat


JAKARTA – Salah seorang pelaku aksi teror bom molotov di Depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, J (32), telah diamankan pihak kepolisian. J ternyata seorang residivis dengan kasus serupa yaitu, bom buku dan bom Serpong.

Menurut kriminolog Edi Hasibuan, pelaku tersebut harus diberikan hukuman berat jika memang dalam proses penyelidikan polisi dinyatakan bersalah atas kasus teror itu.

Edi menambahkan, hukuman yang lebih berat akan membuat pelaku semakin jera untuk kembali melancarkan aksi radikalisme yang serupa. Mengingat, hukuman tiga tahun kurungan penjara tidak membuat J jera dalam menebar ancaman.

"Segi hukum harus dihukum berat karena sudah melakukan kasus yang sama itu kan pertimbangan hukum karena sudah pernah lakukan. Sehingga harus dihukum berat biar dia semakin jera dan kapok," kata Edi kepada Okezone, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Mendalami motif pelaku, Edi menyatakan, ada kemungkinan jaringan dan oknum lain yang terlibat di balik aksi tersebut. Jadi, polisi harus mengungkap tuntas seluruh jaringan pelaku tersebut.

"Saya kira masih ada jaringan dia yang berkeliaran. Tugas Polri mengusut tuntas dia dan jaringannya karena tidak menutup kemungkinan ada otak dan jaringan di belakangnya," tuturnya.

J diduga merupakan seorang residivis atas kasus bom buku dan bom Serpong lalu. Pelaku untuk sementara terlibat dalam jaringan teroris kelompok Jamaah Anshar Tauhid (JAT) Kalimantan Timur.

Perbuatan J itu menyebabkan empat orang terluka, bahkan korban-korban itu kebanyakan dari anak-anak sampai balita, yang mengalami luka bakar serius di tubuhnya. Hingga kini seluruh korban tersebut masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat. 

sumber: http://news.okezone.com/read/2016/11/14/337/1540540/pelaku-bom-samarinda-harus-dihukum-berat-untuk-berikan-efek-jera/?utm_source=wp&utm_medium=box&utm_campaign=bp
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini