Pak Ulis: Agar Berdaya Saing, Mahasiswa Wajib Punya Skill


LHOKSEUMAWE – Salah satu pemateri yang dihadirkan untuk mengisi program pelatihan kewiraswastaan tersebut adalah pemilik gerai usaha waralaba Ayam Penyet Pak Ulis, Muklis Azhar. Pengusaha muda yang sukses membangun usaha kuliner itu memberi sejumlah kiat dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Politeknik Negeri Lhokseumawe menggelar In House Training Entrepreneurship bagi 40 mahasiswa Program Studi di Luar Domisili (PDD) di aula Ayam Penyet Pak Ulis, Lhokseumawe, Selasa  (8/11/2016).

 “Kegiatan in house training seperti ini sangat bermanfaat. Para mahasiswa langsung mendapatkan ilmu dan pencerahan dari praktisi. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini terus digalakkan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRK Kota Lhokseumawe ini juga menilai, di tengah persaingan global, sudah sepatutnya para mahasiswa dilatih dengan beragam skill yang kemudian memiliki daya saing. “Tanpa skill mustahil mereka bisa bersaing dengan kompetitor dari negara lain. Bersaing dengan alumni perguruan tinggi nasional ternama saja susah, apalagi dengan negara luar,” kata Muklis Azhar, politisi dari Partai Hanura ini.

Pembekalan generasi muda Aceh dengan hard skill, tambahnya, merupakan salah satu upaya yang harus ditempuh pemerintah daerah dalam rangka menyiapkan mereka untuk bersaing di bursa tenaga kerja regional di tengah pemberlakuan pasar bebas ASEAN.
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini