Mahasiswa Unimal  Bakar Kertas Suara

TRIBUNBARAT.COM - Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Rabu (23/11) dinihari sekitar pukul 00.15 WIB, merusak kotak suara dan membakar sebagian kertas surat suara pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas tersebut. Aksi itu dilakukan saat penghitungan suara di Gedung ACC Cunda, Lhokseumawe.

Untuk diketahui, proses pemilihan raya (Pemira) BEM Unimal yang digelar Selasa (22/11), di Kampus Lancang Garam, Banda Sakti, Lhokseumawe, Kampus Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara, Kampus Bukit Indah, Muara Satu, Lhokseumawe, dan Gedung ACC Uteunkot, Lhokseumawe, awalnya berjalan lancar.

Namun, pada sorenya, sekitar pukul 16.30 WIB mulai terjadi kericuhan, karena ada mahasiswa yang mengeluarkan kata-kata tidak senonoh terhadap tim pemenangan salah satu paket kandidat ketua BEM. Karena aksi itu terus berlangsung hingga pukul 19.30 WIB, panitia memindahkan kotak suara dari Kampus Bukit Indah ke Gedung ACC agar lebih aman.

Namun, tiba-tiba, saat mereka sedang menghitung surat suara, datang puluhan mahasiswa yang langsung mendobrak pintu, kemudian merampas kotak suara, lalu membawa kabur dan membakarnya. Selain itu, mahasiswa juga merusak meja dan kursi serta kotak suara. Setelah terjadi kericuhan, lalu puluhan mahasiswa pendukung salah satu paket kandidat itu langsung meninggalkan lokasi.

Diduga aksi itu dilakukan karena melihat hasil penghitungan suara untuk salah satu paket, terus mendominasi. “Lalu pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) memanggil ketiga paket kandidat untuk hadir ke Gedung ACC guna membahas kejadian itu. Tapi sampai jam lima subuh belum dapat,” kata Ketua DPM Unimal, Muhammad Ali kepada Serambi, kemarin.

Menurut Ali, kertas suara yang dibakar tersebut yang sudah dihitung dan sudah dirobek oleh panitia. Sedangkan yang belum sempat dihitung sekarang sudah diamankan panitia. “Kami belum bisa memutuskan hasil pemira tersebut. Karena kami harus membahas ini dulu dengan pihak rektorat, jika sudah ada keputusan akan kami sampaikan nanti, untuk itu kami mohon seluruh mahasiswa bersabar,” kata Ali.

Selain itu pada Rabu (23/11), sebagian mahasiswa juga berorasi di Kampus Bukit Indah karena tersinggung dengan ejekan seorang mahasiswa saat proses penghitungan suara. Mahasiswa yang berdemo meminta mahasiswa yang mengejek sekelompok mahasiswa lain agar diberikan sanksi.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimal, dr Anwar kepada Serambi mengatakan, setelah mendapat informasi adanya mahasiswa yang tersinggung dengan ejekan mahasiswa lainnya, pihaknya langsung mengadakan pertemuan dengan pimpinan fakultas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ejekan itu persoalan antara seorang mahasiswa dengan mahasiswa lain, jadi jangan dibawa ke SARA. Kita akan pelajari apakah benar mahasiswa tersebut mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau tidak,” katanya.

Pihaknya juga membahas kericuhan Pemira. Pembakaran surat suara dan perusakan kotak suara akan diselesaikan nanti bersama panitia dan rektorat. “Untuk itu kami berharap mahasiswa menahan diri dan tidak membuat suasana gaduh. Kami sekarang sedang berupaya menyelesaikan persoalan itu,” pungkas Dr Anwar.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/11/24/mahasiswa-bakar-kertas-suara
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini