Tribunbarat.com - Demam Bergek alias Adi bergek mungkin sudah mulai biasa di bumi Aceh bagian lain. Namun siapa nyata, bahwa lagu-lagunya jenaka yang dinyanyikan olehnya, seperti bohong hate gadoh aleh ho, kini sedang trend di bumi Alas. Warga Aceh Tenggara sedang terkena demam Bergek.
Bukan hanya kalangan anak muda, lagu yang namanya full tiruan lagu India juga digemari oleh anak kecil di kawasan ini. Tidak heran jika kita melihat anak-anak kecil berumur lima tahun berjalan sambil bernyanyi “boh hatee gadoh aleh ho…!” tanpa tau maksud dan arti dari lagu tersebut.
Kita tahu kutacane (ibukota Aceh Tenggara) mayoritas penduduknya merupakan Suku Alas. Suku Alas mempunyai Bahasa sendiri yakni Bahasa Alas (Cekhok Alas) Bahasa ini merupakan rumpun bahasa dari Austronesia suku Kluet dikabupaten Aceh Selatan juga menggunakan Bahasa yang hampir sama dengan bahasa suku Alas. Bahasa ini memiliki banyak kesamaan kosa kata dengan bahasa Karo yang dituturkan masyarakat Karo di Provinsi Sumatera Utara. Selebihnya penduduk disini merupakan penduduk migrasi dari Suku Aceh, Suku Batak dan Suku Jawa.
Saya yang sudah hampir enam bulan di sini agak terkejut ketika mendengar anak-anak yang berumuran sekitar enam tahun bernyanyi “Boh hatee gadoh aleh ho…!”. Ketika saya tanya lagu apa dan apa artinya sambil geleng-geleng kepala dia menjawab “tidak tahu”. Selain itu ada juga bapak-bapak yang minta dikirimkan lagu Aceh. Dia minta dikirimkan lagu aceh yang “Boh hatee gadoh aleh ho..! ” Sambil bernyanyi layaknya bergek. Ketika saya tanya di mana dengar lagu itu dan tahu tidak artinya Bapak itu mnenjawab dengar di putar di mobil labi-labi dan artinya tidak tahu hanya suka saja dengarnya. Di tempat-tempat penjualan CD dan di mobil Labi-Labi rata-rata juga memutar lagu bergek.
Begitulah Bergek, lewat penampilannya yang agak lucu, bahasa Aceh yang dicampur adukkan dengan bahasa Indonesia ditambah lagi dengan polesan dara cantik di video klipnya telah membius masyarakat Aceh. Tidak hanya Masyarakat Aceh yang berbahasa Aceh saja, bahkan sampai ke Kutacane yang mayoritas masyarakatnya berkomunikasi dengan bahasa Alas. Mungkin di daerah-daerah lain seperti Gayo, Takengon, Blangkejeren, Subulussalam, Singkil dll yang tidak berkomunikasi dengan bahasa Aceh juga sedang ‘demam’ Bergek. Terlepas dari kontroversi lagu-lagunya, yang pasti Bergek telah menghibur masyarakat Aceh lewat lagu-lagunya
Oleh Muhammad Areev*

Sumber: http://www.acehtrend.co/aceh-tenggara-diserang-demam-bergek/

Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini