Fahri Hamzah: Demo 4 November Baru Pemanasan

Tribunbarat.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah berharap Presiden Joko Widodo bisa berdiskusi langsung dengan rakyat terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu mengingat sudah ada gerakan besar-besaran yang terjadi pada 4 November 2016.

"Mohon juga pemimpin negara ini mau berdiskusi, jangan anggap remeh situasi masyarakat, apalagi ditambah bila krisis ekonomi. Saya kira itu ajakan positif. Kami tak ada pikiran negatif," kata Fahri kepada wartawan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Dirinya juga mengingatkan pemanasan politik siklus 20 tahun, pasca-Reformasi 1998.

Fahri mengatakan, bila pemerintah gagal mengendalikan politik yang mulai memanas ini maka gelombang besar bakal terjadi.

"Indonesia selalu muncul energi barunya setiap 20 tahunan. Energinya tiba-tiba melesat dan kuat sekali. Sekarang dari tahun 1998 ada periodisasi yakni pada 2018. Dan, sekarang sepertinya sudah ada pemanasan (demo 4 November). Ini tidak boleh kita abaikan," katanya.

Lebih jauh, Fahri mengatakan bahwa pemanasan politik ini ditambah dengan gelaran Pilgub DKI 2017.

Pasalnya, pesta demokrasi di Ibu Kota menjadi miniatur pemilihan presiden.

"Ya ini kan ada Pilkada DKI. Karena ini di Ibu Kota ya ini pemanasan. Karena membacanya dalam timeline 20 tahunan itu bisa jadi pemanasan," katanya. [tribunnews]
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini