Densus 88 Ringkus Laki-laki Sawang Aceh Utara

TRIBUNBARAT.COM, LHOKSUKON - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri bersama Polda Aceh dan dibantu Polres Lhokseumawe, Sabtu (26/11), sekitar pukul 11.00 WIB meringkus Bahraini (37) asal Desa Gunci Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Bahraini diduga terlibat dalam jaringan teroris Majelangka, Jawa Barat. Pria itu ditangkap di rumah adiknya yang satu ibu lain bapak, Sulaiman, di Desa Blang Teurakan Kecamatan Sawang.

Informasi yang dikumpulkan Serambi dari berbagai sumber, tim Densus 88 mendatangi rumah orang tua Sulaiman di kawasan Desa Blang Teurakan. Setelah menangkap Bahrain dan mengamankan Sulaiman ke dalam mobil, petugas kemudian memanggil Keuchik Blang Teurakan, M Amin, sebagai saksi karena tim Densus melakukan penggeledahan ke rumah tersebut.

Sulaiman beberapa hari terakhir tinggal sendiri di rumahnya, karena orang tuanya sudah ke Pekanbaru menjenguk adiknya. Namun dua hari terakhir, Bahrain, datang dan tinggal di rumah tersebut.

Seusai penggeledahan, petugas lantas membawa keduanya ke Desa Blang Gunci Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ke rumah orang tua Bahraini untuk dilakukan penggeledahan. Bahraini selanjutnya dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk proses interogasi. Sedangkan Sulaiman dikembalikan ke keluarganya.

“Sampai pukul 15.00 WIB tadi, dia (Bahraini) masih berada di Mapolres Lhokseumawe. Kemungkinan malam ini akan dibawa ke Banda Aceh untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta guna proses penyelidikan,” ujar sumber Serambi kemarin.

Seorang warga Desa Blang Gunci, Usman, mengaku sempat melihat ketika petugas membawa Bahraini ke rumahnya di kawasan Desa Gunci. “Karena saat itu saya melewati rumah Bahraini. Sepengetahuan saya, ia baru dua bulan di kampung. Selama ini dia merantau ke luar Aceh, tapi saya tidak mengetahui kegiatan di luar Aceh,” katanya.

Sementara itu Keuchik Blang Teurakan, M Amin, kepada Serambi menjelaskan, ia hadir ke rumah Sulaiman karena diminta polisi. “Saat saya di rumah Sulaiman, saya hanya diminta melihat proses penggerebekan saja, tapi saya tidak melihat Sulaiman dan satu lagi (Bahraini). Petugas yang datang ke rumah itu ada sekitar 30 orang,” kata Keuchik Min sapaan M Amin.

Petugas lanjut dia, hanya mengamankan beberapa lembar kertas, tapi ia mengaku tidak mengetahui isi dari kertas tersebut. “Ada sekitar 30 menit petugas di rumah Sulaiman. Tak lama setelah mereka membawa keduanya, kemudian Sulaiman dilepaskan kembali, karena Sulaiman dibawa untuk melihat rumah pria itu,” katanya.

Sedangkan terhadap sosok Bahrain, Keuchik Min mengaku tidak mengenalnya, karena selama ini dia merantau ke luar Aceh. Bahraini baru dua malam tinggal di rumah Sulaiman.

“Saya tidak mengetahui keterlibatan mereka, saya hanya dipanggil untuk melihat penggerebekan saja, selebihnya saya tidak tahu, karena tidak mengenal pria itu,” katanya.

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2016/11/27/pria-sawang-diringkus-densus
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini