Bayi Kembar Empat Dari ibu hebat di Aceh Besar Meninggal Dunia

BANDA ACEH – Bayi kembar empat yang lahir secara prematur di Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (18/11) tidak mampu bertahan hidup, sehingga keempatnya meninggal dunia.

Anak dari pasangan Surati (32) dan Muhibbudin (50) itu dimakamkan di gampong asal orang tuanya di Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Direktur RSU Meuraxa, Dr dr Syahrul SpS (K) , Minggu (27/11/2016) mengatakan, satu dari empat bayi kembar itu meninggal saat persalinan.

Sedangkan tiga lainnya sempat menjalani perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) rumah sakit tersebut.

Namun baru empat hari dirawat di NICU, dua bayi kembar itu meninggalnya dunia, tepatnya Senin (21/11/2016).

Pada hari keenam perawatan oleh tim medis, bayi keempat juga tidak mampu bertahan, dan mengembuskan nafas terakhir, Rabu (23/11/2016).

Menurut dr Syahrul, penyebab kematian bayi kembar itu karena usia kehamilan sang ibu saat melahirkan masih tujuh bulan. Dan beratnya yang tidak normal, yaitu dibawah 700 gram.

“Walaupun sudah dibantu  dengan alat bantu pernafasan dan obat-obatan, namun tetap tidak mampu, karena paru-parunya belum berkembang,” ujar dr Syahrul kemarin.

Sebelumnya, tiga bayi dari empat bayi kembar, yang semuanya berjenis kelamin perempuan itu dirawat dalam inkubator dengan dipasang alat bantu pernafasan Continuous Positive Air Pressure
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini