Kisah Nabi Adam dan Hawa Terpisah

Kisah Nabi Adam dan Hawa Terpisah - Terlempar dari surga, terpisah dengan belahan jiwa selama tak lebih lebih 300 tahun, dan Jabal Rahmah saksi rendezvous romansa manusia pertama di muka bumi ini.

Malaikat menjadi saksi atas pernikahan manusia pertama ini. Namun sebab godaan Iblis, maka keduanya terlempar ke bumi. Dan inilah cikal bakal romansa penduduk bumi selanjutnya. Majemuk cinta yang kemudian bakal tergores. Cinta yang terbukti dikaruniakan oleh Yang Maha Mencintai, alias malah nafsu yang sekedar mengatasnamakan cinta. Judulnya cinta. Niscaya saja kisah manusia pertama ini adalah romansa sejati yang terbalut dalam suatu  kesucian.

Sebab melanggar perintah Allah, maka keduanya terlempar ke bumi. Menurut Ibnu Abbas, meriwayatkan Adam diturunkan di India, dan Hawa di Jeddah. Wow..menarik, dengan cara geografis mereka terlempar tetap di satu benua. Benua Asia. Hanya saja yang satu terlempar di Asia Selatan, dan yang satu di Asia Barat. Keduanya niscaya saja sama-sama tak tahu. Kira-kira apa yang mereka rasakan terpisah selama tak lebih lebih 300 tahun? Kecewa, bimbang niscaya saja. Bertahun-tahun mereka hayati sendirian. Keduanya tak saling mengenal tempat masing-masing sampai Allah memberbagi petunjuk. Tetapi, satu sikap Nabi Adam A.S yang patut kita teladani, selama dalam keadaan terpisah tersebut beliau rutin mengharap ampunan terhadap Allah. Pertaubatan dengan sesangatlahnya taubat, sampai Allah memberbagi petunjuk dan ampunan.

Tanda-tanda keagungan Allah pun nampak, seusai berabad-abad terpisah, keduanya berjumpa di suatu  padang gersang-Padang Arafah. Dan tempat tersebut dinamakan Jabal Rahmah. Yang sehingga pertanyaan, apakah keduanya tahu bakal saling berjumpa di tempat tersebut? adakah logika yang bisa membahas bagaimana perjuangan Nabi Adam A.S ini dalam mencari tulang rusuknya yang hilang? Tidak. Tak ada klarifikasi dari beberapa sumber yang saya dapatkan. Yang tentunya keduanya tak tahu bagaimana romansa mereka selanjutnya.

Mungkin begitulah manusia kini (anak turun Adam-Hawa) sama sekali tak bisa menerka dengan siapa bakal berjumpa dengan tulang rusuk yang hilang, kapan, dan di mana rendezvous itu bakal terjadi. Teladan yang bisa diambil oleh anak turun Adam di masa kini, perbanyak istigfar dan mengharap ampunan terhadap Allah dengan sesangatlahnya. Sangat kita-manusia-sama sekali tak bisa menduga-duga bagaimana romansa yang bakal tergores nanti. Dan manusia sama sekali tak bisa mengenal di mana belahan jiwnya kini. Terpisah sekat geografis kah? antar kota, benua, samudra, alias mungkin dengan orang terdekat- sama sekali tak tahu-. Dan tentunya, rendezvous anak turun Adam-Hawa dengan belahan jiwa masing-masing, semoga seindah dengan rendezvous moyangnya kelak.
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini